Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Pencurian L-300 Pikap di Aceh Utara Marak ; Belum Terungkap

Pencurian L-300 Pikap di Aceh Utara Marak ; Belum Terungkap
L-300 yang hilang milik M Yusuf.

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Sejumlah  korban pencurian kendaraan bermotor jenis mobil pikap di kawasan Aceh Utara mengeluh sampai saat ini pihak kepolisian belum berhasil mengungkap dalang dari aksi pencurian berantai tersebut.

Seperti yang diungkap Erlinda (30) warga Gampong Pie, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Ia mengaku pikap milik merek L-300 hilang dicuri di rumahnya pada 6 April 2020 lalu sekitar pukul 05.00 WIB.

Tak lama kemudian perkara itu dilaporkan ke Polres Lhokseumawe, namun sejauh ini ia tidak mendapatkan kabar bahwa kendaraan yang digunakan untuk berdagang itu telah ditemukan, atau pihak pelaku telah ditangkap.

“Pikap itu saya gunakan untuk mencari nafkah, baru 7 bulan saya kredit sudah dicuri. Sekarang sudah lebih 4 bulan di proses di Polres Lhokseumawe, belum ada hasil. Platnya BL 8452 KE. Warna  hitam, nomor mesin 4D56CT63285, nomor rangka MK2L0PU39KJ014264, ” kata Erlinda, Rabu (2/9/2020)

Ia menduga pelaku pencurian adalah sindikat pencurian Pikap khusus merek L300, karena setelah kejadian itu ia mendapat kabar ada beberapa warga lain di Aceh Utara juga menjadi korban.

“Saya hanya bisa berharap mobil pikap itu kembali, karena untuk mencari nafkah,” jelasnya lagi.

Korban lain M Yusuf warga Gampong Mancang, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara mengaku pikap miliknya hilang pada Jumat 29 Mei 2020 lalu sekitar pukul 03.00 WIB. Bahkan korban mengaku sempat melihat pelaku yang akhirnya berhasil kabur dengan mobil tersebut.

“Mobil dibawa lari ke arah Lapang, saya sempat melihat pelakunya. Saya dibantu adik ikut mencari keberadaan mobil, hingga ke Bener Meriah tapi belum juga ada hasil, saya sudah lelah,” kata M Yusuf.

Ia juga menjelaskan, beberapa hari selang, terjadi lagi kejadian pencurian mobil, di kawasan Cot Girek, mobil merek dan tipe sama. Kemudian milik warga di desa sebelahnya juga nyaris dicuri.

“Warga Cot Girek itu tidak mau lagi mencari karna sudah kehabisan uang, bahkan untuk ongkos bolak-balik ke kantor polisi tidak ada lagi uang,” sebutnya.

Sementara itu Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto saat konfirmasi  hal itu via whatsapp, hanya menjawab “Semoga cepat terugkap, semoga ya,”.

Komentar

Loading...