Pemuda Aceh Selatan dan Aceh Tamiang Ciptakan ÔÇÿRuang BacaÔÇÖ

Pemuda Aceh Selatan dan Aceh Tamiang Ciptakan ÔÇÿRuang BacaÔÇÖ

Perkembangan teknologi digital yang luar biasa berkembang di Indonesia perlu disikapi dengan arif. Selain harus membekali diri dengan ilmu pengatahuan juga harus diimbagi dengan budaya membaca.

Seperti yang dilakukan pemuda Aceh kreatif Ricky Syahrudi pemuda asal Aceh Tamiang dan rekannya Budi Hamdani pemuda kelahiran Gampong Ujung Tanoh, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan berinisiatif membuka sebuah wadah baca untuk masyarakat umum.

Dua pemuda ini membuka wadah membaca yang diberi nama 'Ruang Baca', didirikannya wadah ini atas dasar melihat antusias anak-anak hingga dewasa untuk membaca masih sangat tinggi.

Karena hal itu lah yang mendasari dua pemuda yang berniat baik membuka wadah baca bagi masyarakat dengan semangat perubahan, pemuda ini membangun ruang baca masyarakat dengan mengeluarkan modal sendiri untuk merenovasi rumah Ricky Syahrudi untuk dijadikan perpustakaan sederhana.

"Selain mengembalikan niat baca buku nantinya ruang baca masyarakat ini juga menjadi tempat bersosialisasi masyarakat umum sehingga akan muncul ide aspirasi dan lainnya. Sekarang masih dalam proses pengumpulan buku dan bagi kawan kawan yang mempunyai buku bekas yang layak pakai bisa donasikan ke 'Ruang Baca'," kata Ricky, Senin (17/12/21018).

Dia mengatakan kedepannya Ruang Baca ini berjalan non-profit dan murni untuk pemberdayaan masyarakat dalam segala bidang.

"Kami masih butuh ide gagasan soal Ruang Baca masyarakat ini, selain donasi buku untuk melengkapi koleksi kami, kami juga membutuhkan semangat dari kawan kawan dan Alhamdulillah sekarang banyak kawan kawan yg ikut serta menggerakkan ruang baca ini," lanjutnya.

Selanjutnya Budy Hamdani salah seorang penggerak wadah membaca ini mengatakan, selain menjadi ruang baca kedepannya juga menjadi saranan berkumpul pemuda-pemudi untuk mengembangkan ide-ide kreatif.

"Karena saat ini lokasi perpustakaan sederhana menggunakan rumah Ricky Syahrudi sendiri guna mengumpulkan buku dan tempat baca buku dari kalangan anak-anak, remaja hingga dewasa, insyaallah setiap minggu Ruang Baca akan gelar tikar untuk baca buku gratis dan belajar mewarnai gambar bagi adik-adik di Taman Bambu Runcing Langsa," terang Budy Hamdani.

Sementara itu salah seorang mahasiswa asal Kluet Tengah, Aceh Selatan yang sering bergabung di wadah tersebut mengatakan, ide yang di kembangkan Ricky dan Budi tersebut semoga dapat di bentuk di seluruh Aceh, khususnya di Aceh Selatan.

"Ide seperti ini yang perlu dikembangkan, saya berharap ruang baca tidak hanya ada di Kuala Simpang dan Langsa. Semoga di seluruh Aceh, khususnya Aceh Selatan bisa terbentuk wadah baca masyarakat seperti ini, demi menumbuhkan minat baca masyarakat umum," harap Ihksanul Syukri.

Komentar

Loading...