Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Pemko Lhokseumawe Beri Waktu 7 Hari Dayah Mataqu Kosongkan Gedung SMP Arun 

Pemko Lhokseumawe Beri Waktu 7 Hari Dayah Mataqu Kosongkan Gedung SMP Arun 

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Pemerintah Kota Lhokseumawe sudah memutuskan tetap membangun ruang Pinere Covid-19 di eks SMP Arun di Komplek perumahan PT PAG di Batuphat, Muara Satu, Lhokseumawe. dan mendesak Dayah Mataqu segera pindah ke lokasi lain hingga 7 hari kedepan.

Hal itu disampaikan Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya dalam jumpa pers di kantor walikota, Senin (28/9/2020) sore.  

Menurutnya, kebutuhan ruang Pinere sangat mendesak akibat semakin banyak warga yang terjangkit Covid-19, sedangkan secara aturan Pinere harus dibangun di areal dekat dengan rumah sakit.

“Sebab itu kita mendesak Mataqu untuk pindah ke lokasi lain, ada dua opsi yang sudah kita tawarkan ke Mes Plaju dan eks gedung Maintenance  servis masih di komplek perumahan. Kita juga sediakan dana Rp 500 juta ditahun 2021 untuk membangun tempat belajar bagi Mataqu,” kata Suaidi Yahya.

Ia mengingat ada waktu 7 hari ke depan bagi Mataqu untuk pindah ke dua lokasi tersebut, mengingat pembanguan ruang Pinere harus segera dilakukan. 

“Kita sudah komunikasi dengan LMAN  dan mereka sudah memberikan izin kepada Mataqu untuk menggunakan Mes Plaju dan eks maintenance,” katanya lagi.

Ia berharap kebijakan tegas ini tidak dibenturkan dengan soal agama, karena keberadaan ruang Pinere juga untuk kemanusiaan yang bersifat mendesak.  Kemudian tidak mungkin di lokasi lain yang jauh dari lokasi Rumah Sakit Arun, yang kini dikelola  PDPL.

“Saya berharap hal ini dipahami dengan bijak, Pemko sangat peduli dengan pendidikan dayah, bahkan selama ini banyak dana bantuan diberikan untuk pengembangan dayah di Kota Lhokseumawe,” jelas Walikota yang didampingi Sekdako T Adnan, Kadiskes Said Alam Zulfikar, kepala BPBD Hanirwasyah dan Kepala Bappeda Salahuddin.

Saat ditanya soaln nilai anggaran untuk program itu, Suaidi mengaku sudah tersedia Rp 600 juta  untuk kebutuhan 14 ruang, dengan standar Pinere yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Sedangkan saat ini baru ada satu ruang Pinere.

“Bila dana tidak cukup, akan kita tambah dengan anggaran APBK dengan fasilitas memadai. Hanya  butuh waktu dua pekan untuk menyiapkan ruang tersebut,” jelasnya lagi.

Komentar

Loading...