Pemko Lhokseumawe Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Jual Lapak Pasar Inpres 100 Juta 

Pemko Lhokseumawe Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Jual Lapak Pasar Inpres 100 Juta 

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Pemerintah Kota Lhokseumawe akan membentuk tim pencari fakta untuk mengungkap kebenaran soal isu jual beli lapak pedagang di Pasar Inpres Lhokseumawe yang kabarnya mencapai Rp 100 juta per lapak.

“Kita bentuk tim pencari fakta dalam waktu dekat dan akan bekerja secara independen untuk mendapatkan kebenaran atas informasi yang disampaikan oleh pedagang pasar Inpres,” ungkap Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Lhokseumawe T Adnan dalam pertemuan dengan perwakilan   pedagang pengunjukrasa di kantor walikota, Senin (8/3/2021).

Tim yang dibentuk katanya akan melibatkan sejumlah unsur pemerintahan termasuk Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM, unsur Pimpinan DPRK Lhokseumawe dan pihak kepolisian sektor Banda Sakti. Tim tersebut akan dipimpin langsung oleh Sekdako.

Ia berharap saat turun ke lapangan, para pedagang bisa memberikan informasi yang faktual, termasuk isu bahwa pihak Dinas telah menjual lapak kepada pedagang senilai 100 juta lebih dan hal-hal lain termasuk kutipan retribusi harian yang sebelumnya sudah dilarang Walikota Suaidi Yahya paska kebakaran.

“Setelah informasi terkumpul maka tim akan meneliti dan  akan memutuskan langkah selanjutnya. Jadi harapan saya, pedagang jangan takut memberikan informasi yang benar dan akurat dengan bukti bukti . Sehingga perkara ini tidak terus berlanjut,” terangnya lagi

Sementara itu Ketua DPRK Lhokseumawe Ismail dalam kesempatan sama juga memberikan masukan  kepada Sekdako agar tim tersebut segera dibentuk dan pihaknya akan ikut turun bersama-sama  ke lapangan.

“Mohon tim ini segera dibentuk pak Sekda, karena pedagang sudah lama menunggu kepastian terkait kasus ini. Dan saya harap lapak berjualan yang kini telah dibangun kios yang bagus oleh dinas  bisa diberikan kepada yang paling berhak,” ucapnya.

Hal senada juga diungkap Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe Irwan Yusuf. Bahkan politisi Gerindra itu menjelaskan, bahwa sebelum unjukrasa di kantor walikota beberapa pedagang tergusur dari lapak Pasar Inpres  sudah menemui pihaknya dan menyerahkan sejumlah bukti kwintasi sudah menyetor biaya ke dinas.

“Sebelumnya kami sudah memanggil pihak dinas setelah ada pertemuan dengan delegasi pedagang Pasar Inpres, intinya tim ini harus segera dibentuk untuk mencari solusi terhadap para pedagang kecil tersebut yang merasa terzalimi dengan kebijakan dinas,” kata pria yang akrab disapa Geuchik Wan.

Komentar

Loading...