Breaking News

Update COVID-19 Aceh

0 ODP
0 PDP
0 Positif
0 Meninggal
0 Sembuh

-

Sumber: -

Pemilik SPBU Sampoeinit : Kami Tak Jual Lagi Premium, karena Banyak Masalah

Pemilik SPBU Sampoeinit : Kami Tak Jual Lagi Premium, karena Banyak Masalah

LHOKSUKON,ANTEROACEH.com - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sampoeinit, Aceh Utara tak akan menjual premium setelah mendapat sanksi 30 hari tak mendapat jatah BBM subisidi tersebut dari Pertamina. Pemiliknya berdalih, menjual premium menimbulkan banyak masalah.

"Tak masalah dengan sanksi itu, karena kami tidak akan ambil (tebus) lagi bensin (premium) ke Pertamina setelah sanksi ini berakhir," kata Taufik pemilik SPBU Sampoeinit kepada ANTEROACEH.com, Rabu (26/6/2019).

Baca :Viral.! Warga Mengamuk di SPBU di Sampoeinit Aceh Utara

Ia berdalih, pihaknya akan dipersoalkan oleh masyarakat bila tidak menjual premium ke pengecer. bila sebaliknya bermasalah dengan aturan. "Ditambah lagi bila ada yang lapor ke wartawan. Semuanya jadi serba salah. Lebih baik kami tak jual lagi," sebut Taufik dengan nada kesal.

Terkait video viral warga mengamuk karena tak dapat jatah solar, Taufik mengaku tidak tahu pasti kejadian itu, Namun menurutnya masalah itu sudah diselesaikan pada malam kejadian. "Itu warga marah karena tidak dapatkan solar, sudah diselesaikan malam itu juga," kata Taufik menutup telepon.

Baca juga :Imbas Video Warga Mengamuk, Pertamina Sanksi SPBU Sampoeinit Aceh Utara

Sebelumnya dikabarkan, Video warga mengamuk di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sampoeinit, Baktiya Barat, Aceh Utara viral di jejaring sosial, Facebook, Instagram dan grup whatsapp. Dalam rekaman video amatir itu, warga marah lantaran tidak mendapat jatah BBM.

Video berdurasi 3.11 menit dengan judul "Kejadian si SPBU Sampoeinit, Baktiya, Aceh Utara. Seperti yang diposting di akun facebook Aceh Tanoh Ie pada 14 Juni lalu sekitar pukul 19.18 WIB , hingga kini video itu telah dibagikan ratusan kali.

Tidak hanya marah, dalam rekaman itu , seorang warga bertubuh kekar memarahi dua petugas SPBU karena tidak bisa membeli solar untuk desa, seperti yang dijanjikan oleh petugas SPBU sebelumnya. Tidak hanya itu, warga itu juga meminta petugas SPBU yang sembunyi di kantor SPBU agar keluar.

Warga juga terlihat marah melihat petugas SPBU menjual premium ke pengecer dengan harga Rp 7.500 per liter. Mereka mengusir para pengecer dan menendang jerigen yang akan diisi premium oleh petugas SPBU.

Pihak Pertamina akhirnya memutuskna memberi sanksi untuk SPBU tersebut, berupa tidak mendapat jatah Premium selama 30 hari. Dan bila berulah, maka sanksi akan ditambah. "Kita sudah berikan sanksi berupa 30 hari tak dapat jatah BBM Premium," kata Zulfirman Sales Executive Retail VII Marketing Operation Region I PT Pertamina, Zulfirman, Minggu (23/6/2019).

Komentar

Loading...