Pemerintah Aceh Sampaikan RAPBA Tahun 2021 Senilai Rp. 16,9 Triliun

Pemerintah Aceh Sampaikan RAPBA Tahun 2021 Senilai Rp. 16,9 Triliun

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Pemerintah Aceh akan mengalokasikan anggaran belanja dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) Tahun 2021 sebesar Rp.16,990 triliun.

Nominal tersebut disampaikan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah berdasarkan persetujuan antara Gubernur Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) beberapa waktu lalu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

"Anggaran tersebut difokuskan untuk penyelenggaraan urusan wajib pelayanan dasar dan urusan wajib tidak terkait dengan pelayanan dasar dengan memperhatikan skala prioritas," ucap Nova Iriansyah dalam penyampaian pengantar nota keuangan RAPBA tahun 2021, Rabu( 25/11/2020) siang.

Adapun empat prioritas tersebut, dikatakan Nova yang pertama untuk mendorong pemulihan agro industri dan pemberdayaan UMKM, kemudian untuk peningkatan sumber daya manusia yang berdaya saing, penguatan ketahanan dan kemandirian pangan dan terakhir untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Anggaran belanja tersebut meningkat sebanyak 7,35% dari tahun sebelumnya setelah dilakukan refocussing kegiatan dan realokasi anggaran dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 sebesar Rp. 15,827 triliun.

Kemudian lagi, Nova menyampaikan secara keseluruhan anggaran pendapatan Aceh tahun 2021 direncanakan sebesar Rp. 14,183 triliun mengalami kenaikan dibanding dengan APBA tahun lalu setelah dilakukan refocussing kegiatan dan realokasi anggaran dalam rangka Percepatan Penanganan Covid-19 yaitu sebesar Rp. 14,005 triliun .

Pendapatan Aceh yang dialokasikan dalam RAPBA tahun 2021 berasal dari tiga sumber penerimaan yaitu pertama dari pendapatan asli Aceh yang direncanakan sebesar RP 2,401 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 9% dari tahun sebelumnya Rp. 2,184 triliun.

Kedua, pendapatan transfer dengan pagu alokasi yang dianggarkan sebesar Rp. 11.754 triliun atau mengalami penurunan sebesar 0,54% atau Rp. 64.398 miliar dibanding tahun sebelumnya Rp. 11. 818 triliun. Terakhir berasal dari lain-lain pendapatan Aceh yang sah dengan jumlah sebesar Rp. 27.410 miliar atau mengalami peningkatan sebesar Rp.25,316 miliar dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp. 2,093 miliar.

Nova juga mengatakan total anggaran pembiayaan dalam RAPBA tahun 2021 sebesar Rp. 80 miliar dengan rincian penerimaan yang dianggarkan sebesar Rp. 2,887 triliun bersumber dari prediksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran ( SiLPA) tahun anggaran sebelumnya. 

Sementara pengeluaran pembiayaan Aceh antara lain Rp. 65 miliar dialokasikan untuk pembentukan dana cadangan, Rp. 10 miliar untuk penyertaan modal PEMA serta Perseroan Terbatas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Mustaqim Aceh sebesar Rp. 5 miliar.

"Alokasi Rancangan Anggaran Belanja tahun 2021 dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan yang benar-benar mendesak dan berdampak secara riil terhadap peningkatan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat serta percepatan penanganan/ pemulihan Covid-19," pungkas Nova Iriansyah.

Komentar

Loading...