Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Pembunuh Anak  9 tahun di Aceh Timur Pernah Bunuh Polisi  dan Kebal

Pembunuh Anak  9 tahun di Aceh Timur Pernah Bunuh Polisi  dan Kebal
Pelaku saat diamankan.

IDI, ANTEROACEH.com - Pemerkosa ibu rumah tangga sekaligus pembunuh bocah 9 tahun di Gampong Alue Gadeng Gampong, Birem Bayeun, Aceh Timur ternyata pernah membunuh seorang polisi saat mendekam dalam sel akibat kasus pembunuhan di Sumatera Utara 18 tahun lalu.

Tidak hanya itu, semenjak bebas dari penjara beberapa bulan lalu dan kembali ke desanya di Gampong Aleu Gadeng Gampong,  Samsul (36) juga kerap mengganggu kaum hawa, tidak hanya para gadis, juga kaum ibu-ibu.  Sehingga warga desa pedalaman itu merasa terganggu dan trauma.

Fakta itu diungkap Hadi Saputra Geuchik Gampong Aleu Gadeng Gampong, Kecamatan Bireum Bayeun kepada anteroaceh.com, Selasa (13/10/2020). Menurutnya warga tidak berani membalas aksi tersebut, karena pelaku diketahui belajar  ilmu hitam dan kebal terhadap senjata tajam.

“Dia dulu pernah terlibat perkara pembunuhan di Medan, tapi jelasnya saya  tidak tahu dimana. Kemudian  saat dipenjara dia  bunuh polisi, sehingga dihukum tambahan jadi seumur hidup, tapi akhirnya dibebaskan karena Covid-19, padahal baru 18 tahun di penjara,” kata Hadi.

Menurut Hadi, sejak masih remaja dan sebelum merantau,  Samsul dikenal warga sebagai preman desa, kerap membuat onar dan berkelahi. Sikapnya terkadang seperti orang kurang waras alias tidak bisa mengontrol emosi. 

“Diawal-awal dia pulang ke kampung beberapa bulan lalu, dia masih baik dengan warga, namun dalam dua pekan terakhir sebelum kejadian. Sikapnya mulai berubah, mulai mengganggu wanita, tua muda, bahkan ibu-ibu bidan juga pernah disiul-siul. Kalau liat perempuan itu sering lama-lama, jadi banyak yang takut,” tambah geuchik.

Untuk diketahui, Samsul membunuh R  bocah 9 tahun di Gampong Aleu Gadeng Gampong, Kecamatan Bireum Bayeun pada Sabtu (10/10/2020) dini hari. Saat bocah malang itu berusaha membantu ibunya yang hendak diperkosa. Saat kejadian ayah korban tidak berada di rumah karena sedang mencari ikan.

R dibacok  dengan samurai 10 kali di bagian kepala dan tubuhnya, hingga tewas. Kemudian jasadnya diseret sejauh 500 meter dari rumah korban kemudian dibuang ke sungai. Setelah membunuh R, Samsul  memperkosa Dn (28) ibu kandung korban.

Setelah itu Samsul melarikan diri ke kawasan kebun dan bersembunyi di semak-semak.  Warga sekitar baru tahu insiden itu beberapa jam kemudian setelah mendapat laporan dari ibu korban .

Sehari kemudian pukul 09.30 WIB, pria pengangguran itu berhasil ditangkap tim gabungan Polisi, TNI dan warga. Polisi terpaksa menembak kaki  tiga kali, karena pelaku berusaha melawan, dan masih memegang samurai.

Pada hari yang sama, polisi  dan tim SAR dibantu warga juga berhasil menemukan jasad R yang terapung di sungai tidak jauh dari rumah pelaku.  Sementara ibu korban hingga berita ini diturunkan .masih mendapat rawatan medis di rumah sakit terdekat, karena shock berat. Lagi pula Dn juga mengalami luka bacok di tangan. 

Sementara informasi dari pihak kepolisian, korban dikenakan pasal berlapis,dengan ancaman hukuman mati, karena kasus tersebut sudah direncanakan pelaku.

Komentar

Loading...