Pembuatan Tokopika.com Senilai Rp 1,3 miliar Dinilai Pemberosan Anggaran

Pembuatan Tokopika.com Senilai Rp 1,3 miliar Dinilai Pemberosan Anggaran

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com – Biaya pembuatan toko online tokopika.com untuk UMKM oleh Pemkab Aceh Barat Daya (Abdya) dinilai pemborosan anggaran. 

Sebab ternyata biaya pembuatan Sistem  Informasi Terpadu Pusat Industri Kreatif Abdya (PIKA) itu menelan anggaran mencapat Rp.1,3 miliar bersumber dari APBK Abdya tahun 2020.

Relawan RTIK Aceh, Ziaul Kamal menilai pembuatan aplikasi itu terlalu besar dan merupakan pemborosan anggaran.

"Kita menilai biaya pembuatakan aplikasi ini fantastis itu pemborosan, karena seharusnya dengan anggaran 1,3 miliar bisa membuat lebih dari itu," ungkap Zia kepada anteroaceh.com, Rabu (16/12/2020).

Putra Abdya itu menjelaskan, jika dengan anggaran sebesar itu seharusnya sudah bisa membeli server fisik harga ratusan juta namun, ini malah menggunakan virtual diskspace milik luar negeri.

"Kita juga sangat menyayangkan data itu berputar di luar negeri, bukan di Aceh karena mereka pakai server luar,” kata Zia.

Sebenarnya menurut Zia, jika Pemkab Abdya ingin menciptakan inovasi tidak ada salahnya mengajak komunitas lokal yang paham IT untuk berdiskusi terlebih dahulu.

Zia juga mempertanyakan, server yang dilakukan pengadaan dalam pembuatan tokopika.com itu.

“Server ada dua jenis, kalau yang digunakan oleh pemkab Abdya server virtual maka website tersebut  sudah berlangganan dan bayar per tahun namun, apabila menggunakan server fisik maka hanya  cukup sekali beli, jadi ini yang mana?,” tanya Zia.

Bahkan Zia mengatakan dengan spesifikasi yang ada saat ini dirinya mengklaim mampu mengerjakan dengan tarif Rp.50 juta.

“Kalau senior saya di RTIK Aceh bahkan berani hanya memengambil bajet sekitar Rp 30 juta,” bebernya. 

Selain itu Zia juga menyarankan, pemkab melakukan sosialisasi terhadap pelaku UMKM sebelum berbicara soal aplikasi.

"Karena kita di Abdya, masih banyak pelaku UMKM yang belum paham mengenai website, jadi alangkah baiknya kita sosialisasikan dulu untuk mencerdaskan mereka, kemudian baru kita ngobrol masalah aplikasi," pungkasnya.

Komentar

Loading...