Pembangunan Jembatan Kreung Teukuh Abdya Dibatalkan

Pembangunan Jembatan Kreung Teukuh Abdya Dibatalkan
Salah Seorang warga Abdya saat menaiki rakit di lokasi jembatan Krueng Teukuh, yang terletak di Gampong Lama Tuha, Kecamatan Kuala Bate, Abdya. Foto: Ilyas ANTEROACEH.com

BLANGPIDIE, ANTEROACE.com – Pembangunan jembatan Krueng Teukuh yang terletak di Gampong Lama Tuha, Kecamatan Kuala Bate, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dibatalkan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Abdya, Ir Much Tavip mengatakan, pembangunan jembatan krueng teukuh dibatalalkan, lantaran anggaran proyek infrastruktur itu dialihkan untuk penanggulangan virus Corona atau Covid-19.

“Benar, proses tender proyek jembatan krueng teukuh dibatalkan tahun ini,” ungkapnya saat menjawab pertanyaan awak media, Kamis (9/4/2020).

Tavip juga mengatakan, isu yang beredar bahwa pembatalan proses tender jembatan dengan anggaran APBA senilai Rp 13 miliar tersebut memang benar adanya.

“Setahu saya dibatalkan tender proyek tersebut karena disebabkan COVID-19. APBA untuk pembangunan infrastruktur itu dialihkan untuk kebutuhan penanggulangan virus Corona,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Pemerintah Aceh sudah menganggarkan dana senilai Rp 13 miliar sumber APBA 2020 untuk pembangunan jembatan rangka baja diatas bantaran Krueng Teukuh agar memudahkan warga menuju kebun sawit mereka.  

Petani yang memiliki kebun sawit di kawasan teluk Surin, Kuala Batee dan Babahrot sudah belasan tahun harus naik rakit menyeberangi Krueng Teukuh agar mereka sampai ke kebun yang terletak di seberang sungai.

Bahkan, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah juga sudah pernah meninjau lokasi pembangunan jembatan Krueng Teukuh pada tahun 2018 dan berjanji akan mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur itu melalui sumber APBA tahun 2020.

Namun sayang, impian petani Abdya untuk memiliki jembatan dengan panjang 60 meter itu pupus akibat pandemi corona dan terpaksa harus rela menaiki kembali rakit untuk menuju lahan sawit mereka.

Berhubung bencana virus corona terus mewabah, maka Pemerintah Aceh dikabarkan mengeluarkan keputusan penghentian dalam sebuah rapat terbatas Gubernur Aceh bersama unsur pimpinan DPRA beberapa waktu lalu.

Komentar

Loading...