Pembangunan Jalan Dua Jalur di Lhokseumawe Terhalang Jaringan Listrik, Rekanan : PLN Minta  Biaya ke Kami

Pembangunan Jalan Dua Jalur di Lhokseumawe Terhalang Jaringan Listrik, Rekanan : PLN Minta  Biaya ke Kami

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Rekanan proyek jalan dua jalur di kawasan Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe mengeluh tiang listrik dan jaringan kabel dalam tanah yang masih berada di badan jalan yang sedang dikerjakan, tepatnya dikawasan Alue Awe. Kondisi tersebut membuat pelaksanaan proyek terhambat.

“Sampai sekarang PLN belum merelokasi  tiang listrik dan jaringan bawah tanah di badan jalan, akibatnya  pekerjaan kami macet, di jalur arah timur.  PLN meminta biaya relokasi ke kami. Sedangkan dalam item pengerjaan proyek ini tidak ada biaya relokasi jaringan itu, kami harus cari uang dari mana?,” jelas   Fauzi dari PT Mayang Dez Indonesia, Sabtu (28/11/2020).

Sebelumnya, Fauzi mengaku sudah menyerahkan dana lebih kurang Rp 350 juta untuk kepada PLN melalui rekanan untuk proses pemindahan 50  tiang listrik  di jalur sama yang saat ini telah selesai dikerjakan.  Sedangkan untuk sisa beberapa tiang lagi, pihaknya dituntut menyediakan dana lebih kurang  Rp 150 juta lagi.

Padahal jelas Fauzi,  dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2020 tentang Pedoman Pemamfaatan dan Penggunaan  Bagian-bagian  Jalan jelas disebutkan, beban biaya relokasi jaringan seperti listrik, telkom atau  air merupakan tanggungjawab pemilik jaringan, bukan rekanan atau pihak PU.

“Saya sudah sampaikan hal ini ke Ditjen Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional  Aceh, dan melalui Satker Pelaksanaan Jalan Nasional  Wilayah 1 Aceh  sudah menyurati pihak PLN untuk segera merelokasi jaringan itu, namun hingga saat ini belum dilakukan, sedangkan ini sudah dipengujung tahun 2020,” jelas Fauzi.

Ia juga menambahkan, relokasi jaringan listrik yang dilakukan pihak PLN di salah satu titik di kawasan Keude Dua, telah merusak aspal. Menurutnya, pihak Satker Pelaksanaan Jalan Nasional  Wilayah 1 Aceh  telah menyurati pihak PLN untuk segera memperbaiki kerusakan tersebut. Namun hingga saat ini juga belum dilakukan.

“Kami merasa tertekan, disatu sisi proyek harus kami jalankan, disatu sisi jaringan ini masih ada dan biaya relokasi diminta ke kami. Saat ini kami hanya berharap kebijakan PLN agar kendala itu segera diselesaikan, sehingga jalan ini bisa kita selesaikan tepat waktu,” pungkas Fauzi.

Sementara itu Manager PT PLN (persero) ULP Lhokseumawe Pondes saat dikonfirmasi mengaku tidak bisa memberikan komentar tentang keluhan pihak PT Mayang Dez Indonesia tersebut, berhubung harus berkoordinasi dahulu dengan pimpinan.

“Maaf, saya belum bisa berkomentar tentang hal itu, karena harus berkoordinasi dengan pimpinan. Bila sudah ada jawaban akan saya sampaikan ke teman-teman,” singkatnya.

Komentar

Loading...