Pelaku Pembunahan IRT di Lamjabat Dinyatakan Alami Gangguan Jiwa

Pelaku Pembunahan IRT di Lamjabat Dinyatakan Alami Gangguan Jiwa

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Pelaku penganiayaan berat berinisial PP (21) warga Desa Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh yang menewaskan seorang IRT Gampong setempat awal  Maret 2021 lalu dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan.

Hal itu disampaikan oleh Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasatreskrim, AKP M Ryan Citra Yudha, pada Subbag Humas Polresta Banda Aceh, Jumat (2/4/2021) di ruang kerjanya.

Pernyataan tersebut berdasarkan rujukan surat Visum Et Revertum Psychiatricum yang dikeluarkan Rumah Sakit Jiwa Aceh tertanggal 25 Maret 2021 yang ditanda tangani oleh dr. Desikaliana, Sp.KJ.

"Dalam surat tersebut menyatakan bahwa PP mengalami gangguan jiwa berupa gangguan jiwa psikotik dengan diagnosa skizofrenia paranoid yang menampilkan perubahan bermakna dan konsisten dalam bentuk keseluruhan dari berbagai aspek perilaku pikiran dan emosi," terang AKP M. Ryan Citra Yudha

Selain itu, lanjutnya PP juga mengalami perubahan tingkah laku berhubungan erat dengan keseluruhan, tidak terkendali berupa tindakan pengancaman terganggunya fungsi mental secara keseluruhan.

Lalu dalam waktu dekat, sebut Kasatreskrim pihaknya akan meminta keterangan dari ahli psikiater dari dokter yang bersangkutan yang mengeluarkan hasilnya bagaimana yang dimaksud dengan gangguan jiwa psikotik dengan diagnosa skizofrenia paranoid tersebut.

Walaupun  dalam gangguan kejiwaan, kata Kasatreskrim sampai saat ini proses penyidikan masih berjalan, dan setelah adanya hasil visum et revertum, pihak Kepolisian akan melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Banda Aceh untuk menentukan langkah- langkah selanjutnya

"Sampai saat ini, PP masih dalam perawatan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Aceh," pungkas Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, AKP M Ryan Citra Yudha.

Komentar

Loading...