Pekerjaan Rehab Jalan di Gunung Lhok Krit Aceh Selatan Diduga Proyek ‘Siluman’

Pekerjaan Rehab Jalan di Gunung Lhok Krit Aceh Selatan Diduga Proyek ‘Siluman’

TAPAKTUAN, ANTEROACEH.com – Pelaksanaan kegiatan rehabilitasi jalan Nasional Tapaktuan – Banda Aceh tepatnya di gunung Lhok Krit, Gampong Mutiara, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan dikerjakan tanpa plang nama atau papan nama proyek.

Hal itu dikritisi oleh Wakil Ketua Komisi IV DPRK Aceh Selatan, Lisa Elfirasman ST. Menurutnya proyek tanpa plang nama tersebut sama saja dengan proyek ‘siluman’ atau proyek tak bertuan.

“Kita tidak melihat adanya tanda-tanda bahwa itu adalah suatu pekerjaan yang sedang dilaksanakan dengan menggunakan anggaran Negara, apakah itu dari Otsus, APBK, APBA atau APBN, saya tidak melihat di lokasi pekerjaan papan nama proyek,” ujarnya saat menghubungi anteroaceh.com, Jum’at (5/6/2020).

Dengan tidak ada plang informasi kegiatan, kata Lisa Rasman, Masyarakat tidak bisa memantau siapa pelaksana kegiatan itu, siapa konsultan perencanaan dan siapa konsultan pengawas proyek tersebut bahkan masyarakat tidak tahu kegiatan itu dikelola oleh instansi apa.

“Masyarakat tidak tahu sumber dana kegiatan itu, serta berapa nilai anggaran dalam pelaksanaan proyek jalan dan saluran tersebut, Seolah - olah proyek peningkatan atau rehab badan jalan tersebut menggunakan dana pribadi,” tegas Lisa.

Politisi partai Aceh itu menilai ada yang keliru dalam pelaksanaan proyek tersebut, karena tidak memasang plang informasi atau plang nama proyek.

Tak hanya itu, Lisa Rasman menilai pengerjaan proyek itu juga mengabaikan faktor keselamatan pengguna jalan.

“Karena kendaraan yang lalu lalang, melintasi jalan tersebut dibiarkan melintas tanpa ada rambu-rambu atau pemandu yang mengontrol lalu lintas di area sekitar,” keluhnya.

Ia meminta pihak terkait segera turun ke lokasi proyek tersebut, untuk meninjau langsung dan menertibkan segala ketentuan yang melekat pada setiap pelaksaan proyek.

Sementara itu Camat Sawang Masriadi S.STP, M.Si saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui pelaksaan kegiatan perbaikan badan jalan dan saluran dalam kawasannya tersebut.

“Saya tidak tahu karena tidak ada dari pihak manapun yang melapor atau berkoordinasi dengan pihak kecamatan,” ujarnya.

Ia berharap jika ada pelaksanaan kegiatan yang masuk ke wilayahnya agar bisa berkoordinasi sehingga jika ada masyarakat yang bertanya ia bisa menjelaskan.

Komentar

Loading...