Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obatan-obatan Berbahaya

PBB Hapus Ganja dari Daftar Obatan-obatan Berbahaya

ANTEROACEH.com- Komisi PBB untuk Obat-obatan Narkotika menyetujui rekomendasi WHO untuk menghapus ganja dan resin ganja dari klasifikasi IV di bawah Konvensi Tunggal 1961 tentang narkoba.

Di bawah konvensi tersebut, ganja satu level dengan heroin dan obat-obatan berbahaya lainnya. Ganja dianggap sangat adiktif dan bertanggung jawab atas pelanggaran-pelanggaran. Selain itu ganja diberi label sangat berbahaya dan memiliki nilai medis terbatas.

Namun, pada Rabu (2/12/2020) status ganja dan resin ganja berubah. Kini ganja tak lagi diklasifikasikan sebagai zat berbahaya serta memiliki manfaat medis. 

Penghapusan tersebut disetujui usai Komisi PBB untuk Obat-obatan Narkotika melakukan pemungutan suara dengan hasil: 27 setuju penghapusan dan 25 menolak.

Negara yang setuju antara lain Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Afsel. Sedangkan Brasil, China, Rusia, Pakistan, dan beberapa negara lainnya menolak.

Keputusan PBB disambut baik kelompok advokasi dan legalisasi mariyuana. Mereka menyatakan, bahwa fungsi medis ganja sudah diakui.

“Kabar ini disambut baik jutaan orang di dunia yang menggunakan ganja untuk tujuan terapeutik dan ini mencerminkan realitas di pasar yang berkembang mengenai produk obat-obatan dengan bahan dasar ganja,” sebut Kelompok Advokasi Kebijakan Obat dalam siaran pers, seperti dikutip dari CNN.

Pada 2019 WHO meluncurkan enam poin rekomendasi terkait ganja. Salah satunya mengklarifikasi bahwa senyawa cannabidiol (CBD) di yang ada di ganja tidak memabukkan. CBD bahkan bisa berperan penting untuk terapi kesehatan beberapa tahun terakhir.

Saat ini sudah ada lebih dari 50 negara di dunia yang mengizinkan penggunaan ganja untuk medis.

Sementara Kanada dan Uruguay dan 15 negara bagian di AS mengizinkan penggunaan ganja untuk rekreasi. Keputusan itu akan segera diikuti oleh Meksiko dan Luksemburg.

Komentar

Loading...