Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Pasien Positif Terus Bertambah, Pemerintah Harus Tingkatkan Publik Test

Pasien Positif Terus Bertambah, Pemerintah Harus Tingkatkan Publik Test

Beberapa hari terakhir, kasus positif Covid-19 terus bertambah d Aceh. Sampai hari ini sudah 9 orang dinyatakan positif dan beberapa orang lagi sedang menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium.

Sejauh ini, ada dua alat ukur untuk menyatakan positif, pertama adalah Rapid test dan kedua adalah Swab tes. Tingkat akurasi keduanya berbeda.

Swab test yang menguji sampel air liur ditenggorokan dianggap lebih akurat. Hanya saja teknisnya agak ribet dan hasil tesnya keluar beberapa hari setelah pengambilan sampel.

Sementara Rapid test tingkat akurasinya lebih rendah dari Swab test, bahkan ada yang menyatakan hanya 30%. Kelebihannya, hasil tes keluar dalam hitungan menit, yang di tes adalah sampel darah.

Kita tidak sedang memperdebatkan tingkat akurasi, namun bagaimana pemerintah termasuk publik harus mengetahui peta penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok itu.

Jika dilihat dalam beberapa kasus terakhir, pasien positif awalnya ditemukan dengan Rapid test. Seperti satu orang pasien di Abdya, tiga orang di Simeulu dan terakhir dua orang pasien yang ditemukan oleh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah Kota Banda Aceh.

Pemerintah Kota Banda Aceh telah melakukan rapid test sekitar 2.125 orang. Pada tes yang dilakukan 20-25 April itu mendapati hasil duaorang positif.

Perbandingannya 0,1 persen. Angka tersebut kalau kita lihat kecil, namun bagaimana jika 0,1 persen itu dikalikan  lima juta orang rakyat Aceh?. Hasilnya akan keluar sekitar 500 orang. Ini tentu bukan rumus resmi. Hanya mengambil perbandingan dari apa yang dilakukan oleh Pemko Banda Aceh.

Sudah seharusnya kebijakan ini di duplikasi oleh pemerintah kabupaten/kota seluruh Aceh yang dibackup penuh oleh pemerintah Provinsi. Semakin banyak orang yang di tes semakin bagus untuk pemetaan penyebaran dan menjadi data awal bagi pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan, dan tentunya itu menjadi pengetahuan bagi masyarakat untuk mawas diri.

Skemanya bisa begini, setelah rapid test, yang dinyatakan positif wajib diuji swab. Keputusan final menunggu hasil laboratorium keluar. Jika hasil Swab positif dirujuk ke Rumah Sakit, jika negatif harus isolasi mandiri selama dua minggu dan dilakukan uji swab lagi.

Karena, salah satu pasien yang sekarang dinyatakan positif, pada uji Swab sebelumnya negatif, hal berulang itu dilakukan agar lebih konfrehensif dan meyakinkan.

Beberapa titik publik test dapat dilakukan di Puskesmas, pasar, warung kopi atau tempat keramaian lainnya. Uji ini harus dipahami sebagai langkah antisipasi, masyarakat harus dengan sukarela melakukannya, tidak usah merasa terintimidasi atau terpaksa.

Idealnya, petugas tes harus mendatangai seluruh rumah masyarakat. Karena keterbatasan harus dibuat pola, tidak mungkin menunggu saja. Karena penyebaran Covid-19 ini tidak menunggu kita, dia terus melaju, menyasar siapa saja yang kontak fisik dengan pembawa virus.

Jadi sudah seharusnya Publik test dilakukan, minimal 50 persen dari total populasi, kalau itu juga berat, jangan kurang dari 30 persen, lah!

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...