Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Pasangan Non Muhrim Ketahuan Ngamar di Simeulue

Pasangan Non Muhrim Ketahuan Ngamar di Simeulue

SINABANG, ANTEROACEH.com - Sepasang kekasih non muhrim diduga melakukan perbuatan mesum di sebuah penginapan di Gampong Sinabang, Kecamatan Simeulue Timur, Simeulue diamankan pihak berwajib, Rabu (22/7/2020) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kedua pasangan tersebut berinisial MDN (27) warga Gampong Berambang Kecamatan Simeulue Timur dan YTR (32) warga Dusun Bojong Salawe, RT.12/5 Karang Jaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Kapolres Simeulue AKBP Agung Surya Prabowo, SIK melalui Kasat Reskrim Ipda Muhammad Rizal mengatakan polisi menerima laporan dari pihak penginapan bahwa ada pasangan diduga non muhrim menginap di penginapan.

"Selanjutnya berdasarkan laporan tersebut Personil Sat Reskrim dipimpin Kasat Binmas Iptu Azwir langsung menuju ke TKP penginapan dan mengamankan pasangan dan juga barang bukti berupa satu lembar baju dan celana," ungkap Ipda Muhammad Rizal.

Kasat melanjutkan, kedua pasangan tersebut berkenalan melalui media sosial facebook dan lama kelamaan semakin mesra yang membuat YTR mengajak untuk bertemu. Setelah disepakati akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu di Aceh tepatnya di Kabupaten Simeulue.

YTR tiba di Bandara Lasikin Sinabang pada 21 Juli 2020 sekitar pukul 14.00 WIB dan dijemput oleh MDN, kemudian mereka berjalan-jalan di seputaran Kota Sinabang.

Malamnya, sekitar pukul 23.00 WIB, MDN bersama YTR mendatangi Losmen Lovya untuk menyewa dua kamar.

Besoknya, lanjut Ipda Muhammad sekitar pukul 03.00 dini hari YTR memanggil MDN ke kamarnya dan keduanya melakukan hubungan suami istri.
Pihak losmen baru mendapati pasangan tersebut dalam satu kamar sekitar pukul 08.00 WIB dan segera menghubungi polisi untuk ditindaklanjuti.

"Atas kejadian itu, pasangan non muhrim tersebut saat ini di persangkakan dengan pasal 23 ayat (1) dengan Pasal 1 angka 23 jo Pasal 24 ayat 1 angka 24 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat," tutup Ipda Muhammad Rizal.

Komentar

Loading...