PAD Rumah Sakit Umum Arun Bocor? Ini Kata MaTA

PAD Rumah Sakit Umum Arun Bocor? Ini Kata MaTA
Rumah Sakit Umum Arun (Foto: ist)

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menduga ada kebocoran pendapatan asli daerah (PAD)  Rumah Sakit Umum Arun tahun 2020, karena meleset jauh dari target yaitu hanya 220 juta.  Soalnya listrik dan air tidak menjadi beban operasional rumah sakit yang di kelola PT Pembangunan Lhokseumawe tersebut.

Sedangkan dari tahun 2017 sampai 2019, PAD yang disetor ke kas daerah mencapai angka 1 miliar. Ditambah lagi aliran listrik dan  kebutuhan air tidak lagi menjadi beban operasional rumah sakit yang dikelola oleh perusahaan daerah PT Pembangunan Lhokseumawe (PTPL).

“Kami sangat meragukan nilai PAD hanya 220 juta, ini jauh berbeda dengan pendapatan tahun sebelumnya. Dugaan kita ada kebocoran PAD atau froud  di rumah sakit yang sahamnya milik  Pemko Lhokseumawe itu,” ungkap Alfian Koordinator Pekerja MaTA, Kamis (22/4/2021).

Menurutnya untuk membuktikan adanya potensi kebocoran sangat mudah, pertama menghitung klaim rumah sakit ke BPJS kesehatan  dan biaya yang masuk dari pasien jalur umum selama tahun 2020.

Pihaknya berharap Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe segera bertindak serius untuk menelusuri dugaan kebocoran tersebut. Tidak hanya sekedar bicara tanpa melakukan pengawasan. 

Menurutnya, selama ini DPRK Lhokseumawe kehilangan  fungsi pengawasan. Dewan tidak cukup hanya bicara dalam forum, pengawasan harus dijalankan. Ini penting ditelusuri, karena  PAD salah satu sektor  rawan  korupsi jadi perlu perhatian serius.

“Apalagi  alasan tak capai target  yang dikemukakan manjemen PT Pembangunan Lhokseumawe tidak relevan dengan keuntungan 900 juta selama 2020. Apakah kebijakan mengeluarkan anggaran ke sektor lain dari PAD rumah sakit sudah tepat? atau hanya untuk menutupi kebocoran yang terjadi?,” ulas Alfian.

Kemudian MaTA juga meminta  Badan Pemeriksaan Pembangunan dan Keuangan Daerah (BPKP) untuk dapat melakukan audit forensik terhadap keuangan dan adminitrasi yang di jalankan selama ini, sehingga BUMD ini dapat berjalan secara sehat dan menjadi andalan PAD Kota Lhokseumawe.

“BUMD kerap jadi sapi perah  kepala daerah,  jadi ini menjadi momentum untuk di perbaiki. Seandainya nanti ditemukam kecurangan maka Kejaksaan dapat melakukan penyelidikan dan penyidikan sehingga ada kepastian hukum,” pungkasnya.

Komentar

Loading...