PAD Rumah Sakit Arun Tinggi, MaTA: Potensi Kebocoran Tinggi

PAD Rumah Sakit Arun Tinggi, MaTA: Potensi Kebocoran Tinggi

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) telah menelusuri tentang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rumah Sakit Arun sejak 2019 dan 2020 tenyata lumanyan tinggi. Fakta tersebut berbanding terbalik dengan keterangan manajemen PT Pembagunan Lhokseumawe (PTPL) kepada publik.

Penelusuran MaTA di website resmi BPJS Kesehatan: www.bpjs-kesehatan.go.id, baru-baru ini  ditemukan data, bahwa  klaim pihak Rumah Sakit Arun  pada tahun 2019 sebesar Rp 36,6 miliar lebih. Kemudian pada  tahun 2020 sebesar Rp 44,1 miliar lebih.

“Nilai Klaim  tahun 2020 lebih besar dibandingkan 2019, jadi kesimpulan kita ada kebocoran keuangan sangat besar pada PAD sektor rumah sakit. Ini belum lagi pemasukan dari jalur pasien umum dan klaim lainnya,” jelas koordinator pekerja MaTA Alfian kepada anteroaceh.com, Selasa (1/6/2021).

Menurutnya Pansus DPRK Lhokseumawe wajib menelusuri berapa pendapatan pasien jalur umum selain dari BPJS. Selanjutnya Pansus juga penting menelusuri status apotek yang ada di rumah sakit tersebut saat ini apakah masuk dalam manajemen rumah sakit atau atas pemilik pribadi.

Alfian berharap Pansus dapat bekerja secara serius karena kasus tersebut mendapat sorotan publik. MaTA juga mengingatkan Pansus,  agar temuan-temuan  nantinya tidak menjadikan bahan  barter anggaran dengan eksekutif.

“Pengalamannya sudah banyak temuan pansus  disetir. Bukan berarti publik percaya begitu saja atau diam, kita sudah menyiapkan langkah selanjutnya. Hasil pansus akan  menjadi taruhan terhadap kehormatan kelembagaan DPRK  Lhokseumawe,” ungkap Alfian lagi.

Ia mengingatkan pengalaman kasus Batu Gajah Cunda-Meuraksa, DPRK sempat kecolongan karena terburu-buru mengeluarkan statemen tidak fiktif, akhirnya pernyataan itu menjadi blunder dan menjatuhkan martabat DPRK yang memiliki fungsi pengawasan, karena hasil audit yang dikeluarkan fiktif dan besar kerugian negara.

“MaTA sendiri konsisten mengawal proses yang berlangsung saat ini. Supaya jangan jadi bahan barter di tingkat mafia anggaran nantinya,” pungkasnya Alfian.

Sebelumnya dikabarkan, Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menduga ada kebocoran pendapatan asli daerah (PAD)  Rumah Sakit Umum Arun tahun 2020, karena hanya terealisasi Rp 220 juta.  Sedangkan pada tahun sebelumnya realisasi PAD mencapai 1 miliar.

Komentar

Loading...