Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Oknum Ustadz Cabuli Santri di Aceh Utara, Tgk YA : Dia Bukan Ustadz

Oknum Ustadz Cabuli Santri di Aceh Utara, Tgk YA : Dia Bukan Ustadz

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Polisi menetapkan MZ (27) oknum ustadz di salah satu lembaga pendidikan Islam di Kecamatan Dewantara , Aceh Utara sebagai tersangka pelecehan seksual terhadap dua santri. Namun pihak pimpinan lembaga pendidikan agama itu membantah pelaku seorang ustadz.

“Dia bukan guru mengaji dan bukan pengurus di lembaga pendidikan ini. dia hanya mantan santri yang masih tinggal di dayah kami,” kata Tgk YA pimpinan lembaga pendidikan Islam tersebut dalam rilisnya.

Tgk YA juga memaparkan, tersangka MZ selama didayah tersebut hanya ditugaskan sebagai tenaga kerja di bidang listrik.

“Kami sangat berharap, awak media menyamarkan nama lembaga pendidikan kami demi menjaga moralpara murid dan wali murid kami, kami mohon maaf dan merasa sangat terpukul dengan kejadian ini,” pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan, perkara pelecehan seksual terhadap santri kembali terhadi di Aceh, kali ini, seorang oknum ustadz di sebuah lembaga pendidikan agama di Dewantara Aceh Utara mencabuli dua santrinya. Kasus itu terungkap setelah korban dan teman santri lain memberanikan diri melapor ke Polisi.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Wakapolres Kompol Ahzan, Senin (20/1/2020) pagi menjelaskan, oknum ustadz inisial MZ (26) menyerahkan diri ke Mapolres Lhokseumawe pada 16 Januari lalu, tak lama setelah korban melaporkan kejadian pelecehan itu ke polisi di hari yang sama. Sehari kemudian MZ ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan, usai mengakui perbuatannya.

“Seorang korbannya masih berumur 13 tahun, dilecehkan sebanyak lima kali sejak awal November 2019 lalu. Korban dipegang alat intimnya, korban sempat memberontak namun tidak berdaya. Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatan pelecehan itu,” jelas Kompol Ahzan.

Selama Januari, tersangka melakukan perbuatannya sebanyak dua kali, pada 14 Januari dan pada kamis 16 Januari lalu. Semua kejadianya dilakukan pelaku di bilik korban. Jadi untuk satu korban dilakukan sebenyak lima kali. Sedangkan satu korban lainnya, dilecehkan sebanyak tiga kali, selama desember 2019.

Dijelaskan, kejadian itu sempat diungkap salah satu korban dalam diarinya. Korban merasa berdosa karena tidak tahu harus melaporkan perbuatan tercela pelaku ke siapa. “Korban bersama Sembilan santri lain datang ke Polres pada pagi 16 Desember lalu, saat itu petugas sedang apel pagi,” jelasnya.

Setelah pemeriksaan, penyidik menghubungi pihak lembaga pendidikan agama itu dan pada sorenya, pelaku diantar oleh pimpinan lembaga pendidikan ke Polres.
Tersangka MZ dikenakan pasal 47 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayah, terancam cambuk 90 kali, atau denda 900 gram emas murni atau 90 bulan kurungan penjara.

Komentar

Loading...