Oknum Polisi di Aceh Tenggara Paksa Ibu Muda Telan Ekstasi Hingga Tewas 

Oknum Polisi di Aceh Tenggara Paksa Ibu Muda Telan Ekstasi Hingga Tewas 
Ilustrasi.

KUTACANE, ANTEROACEH.com - Oknum polisi Polres Aceh Tenggara ditetapkan sebagai tersangka atas kematian wanita teman kencannya yang overdosis ekstasi pada Sabtu (10/4/2021).  Korban meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.

Kapolres Aceh Tenggara  AKBP Wanito Eko Sulistyo kepada anteroaceh.com menerangkan AK oknum polisi yang bertugas di Polres setempat telah ditetapkan sebagai tersangka atas kematian DL (28) ibu muda asal Desa Lawe Rutung, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara.

“AK sudah kita tetapkan sebagai tersangka, karena memaksa korban menelan pil ekstasi saat ia dugem bersama ibu muda itu hingga meninggal dunia,” ungkap kapolres via telpon, Minggu (18/4/2021).

Dijelaskan pada hari kejadian korban diajak tersangka dugem bersama di sebuah kafe di tengah perkebunan di Lawe Gerger, Kecamatan Ketambe. Kemudian korban mengajak temannya berinisial RN untuk bersama dugem bersama oknum polisi tersebut.

Kemudian dalam perjalanan ke lokasi menggunakan mobil Avanza mereka sempat membeli dua botol Miras dan nasi goreng 10 bungkus. Sampai di lokasi mereka menurunkan sound sistem dari dalam mobil, kemudian tersangka meminta korban membuka mulut dan dimasukkan pil ekstasi.

Tak lama kemudian korban terjatuh saat dugem, dalam kondisi tak bergerak itu tersangka dan RN berusaha membangunkan korban, ketika dilihat korban tak bergerak lagi, mereka langsung membawa korban ke rumah sakit dengan mobil, tapi sayangnya mobil ikut mogok sehingga korban harus dipindahkan ke mobil lain.

Sesampai di rumah sakit korban dinyatakan tidak lagi bernyawa, kejadian itu akhirnya diketahui keluarga, keluarga curiga karena korban meninggal dunia dengan tubuh membiru dan menggigit bibir. Apalagi pengakuan tersangka saat itu DL meninggal dunia karena terjatuh dari kamar mandi.

Kemudian pihak keluarga melaporkan kejadian itu ke Polres Aceh Tenggara, hingga akhirnya AK oknum polisi dari kesatuan Narkoba Polres Aceh Tenggara ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka dikenakan pasal 116 ayat 1  Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba, dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.  Sedangkan pada  ayat (2) tersangka terancam hukuman mati, karena memberikan narkotika untuk orang hingga meninggal dunia,” jelas Kapolres.

Saat ini tersangka sudah ditahan, dan sejumlah barang barang bukti ikut disita dan dijadikan bahan penyidikan, termasuk mobil untuk membawa korban dugem bersama.

Komentar

Loading...