Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Oknum PNS di Banda Aceh Diduga Cabuli Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Oknum PNS di Banda Aceh Diduga Cabuli Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Tersangka SUR (46) saat ini telah diamankan di Mapolresta Banda Aceh. (Foto: ist)

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Banda Aceh, berinisial SUR (46) warga Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak kandungnya yang masih berusia 4 tahun.

Tindakan bejat itu dilakukan SUR di rumahnya di salah satu gampong di Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar pada Kamis 14 Januari 2021 lalu.  

Kapolresta Banda Aceh,  Kombes Pol Joko Krisdiyanto melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha mengatakan kejadian tersebut terjadi saat ibu korban sedang tidak berada di rumah. Saat dilakukan penyelidikan, ternyata orang tua korban tidak tinggal bersama lagi karena ada masalah keluarga.

"Korban awalnya dijemput oleh tersangka di sekolah berdasarkan informasi salah seorang guru kepada ibunya untuk dibawa ke rumah tersangka sekitar pukul 12.00 WIB," ucap AKP M.Ryan Citra Yudha. 

Kemudian, selang empat hari kemudian sebut Kasatreskrim yaitu pada hari Senin (18/1) korban diantar neneknya ke rumah ibunya, namun sekitar pukul 16.00 WIB, korban tiba - tiba mengeluh sakit pada kemaluan. 

"Saat korban mengatakan keluhannya, ibu korban kemudian membawa korban ke rumah kakaknya yang kebetulan berprofesi sebagai bidan. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa ditemukan lecet dan adanya cairan putih di kemaluan korban," terang Kasatreskrim. 

Mendapati hal itu ibu korban membuat laporan Polresta Banda Aceh pada 22 Januari 2021.

Personel unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Banda Aceh langsung melakukan penyelidikan sampai akhirnya mengamankan pelaku SUR dirumahnya, Selasa (16/2/2021) sekitar pukul 18.00 WIB.

"Sampai saat ini tersangka SUR masih tidak mengakui perbuatannya, namun korban menceritakan kepada penyidik dan psikiater bahwa pelaku itu ayah kandungnya  sesuai dengan laporan yang dilaporkan ibu korban," ungkap Kanit PPA,  Ipda Puti Rahmadiani. 

Sementara itu, lanjutnya polisi masih fokus menangani kondisi psikis korban dan saat ini korban sedang dalam pendampingan psikiater dengan tujuan agar masalah tersebut tidak menimbulkan trauma yang berlebihan terhadap korban. 

Jika terbukti bersalah tersangka SUR akan dijerat Pasal 49 Jo Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Komentar

Loading...