Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Oknum Karyawan Bank BRI Blangpidie Diduga Gelapkan Uang Nasabah Hingga Ratusan Juta Rupiah

Oknum Karyawan Bank BRI Blangpidie Diduga Gelapkan Uang Nasabah Hingga Ratusan Juta Rupiah
(Foto: Ilustrasi)

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com – Seorang oknum karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Blangpidie berinisial RS diduga menggelapkan uang nasabah mencapai Rp 100 juta.

Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum korban Erisman SH yang juga Sekretaris Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Abdya.

"Kita sudah terima kuasa dari korban pengelapan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai BRI cabang Blangpidie," ungkap Erisman kepada anteroaceh.com, Selasa (30/6/2020).

Erisman meminta Kepala BRI Cabang Blangpidie untuk bertanggungjawab atas dugaan penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawainya tersebut.

"Awalnya, klien kita pada tanggal 8 Juni 2020 lalu, menyerahkan uang sebesar Rp 100 juta kepada pelaku dengan bukti surat kuasa, untuk disetorkan kerening klien kita, namun sampai saat ini uang itu belum disetor oleh pelaku," jelas Erisman.

Bahkan, sambung Erisman, kliennya sudah beberapa kali menanyakan perihal tersebut kepada pelaku. Namun tidak ada etikad baik dari pelaku untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Awalnya klien kita mempercayai uang Rp 100 juta dengan cara sales person dengan dalih bahwa itu merupakan program sistem pick up yang diterapkan oleh BRI untuk memudahkan nasabah melakukan penyetoran," jelasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika kliennya itu juga sudah sudah pernah mengkonfirmasi kepada pihak bank dan menanyakan persoalan program tersebut. Namun pihak BRI mengaku jika program tersebut sistem sales person sudah ditiadakan semenjak setahun yang lalu.

"Kami YARA Abdya, selaku kuasa hukum korban berharap oknum tersebut maupun pimpinan bank BRI Cabang Blangpidie hendaknya fair  dan muncul untuk menyelesaikan persoalan ini,  jika tidak kita juga akan menggugat BRI cabang Blangpidie terkait kerugian yang dialami oleh klien kita, terlebih oknum yang menurut penelurusan kita masih tercatat sebagai karyawan aktif, jadi sudah tentu secara hubungan pekerjaan pimpinan punya tanggungjawab baik masalah interen maupun eksteren," kata Erisman.

Ia mengaku,  hingga saat ini, pihaknya juga sudah menerima aduan sebanyak lima orang nasabah lainnya, yang diduga dilakukan penggelapan dan penipuan oleh oknum yang sama.

"Untuk hari ini, kita sudah terima lima aduan lagi dari masyarakat selaku nasabah yang juga menjadi korban penggelapan dan penipuan uang oleh oknum yang sama, hanya saja modus yang berbeda," pungkas Erisman.

Sementara itu, Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Cabang Blangpidie, Dolly Senja Permadi saat dihubungi anteroaceh.com, Rabu (1/7/2020) mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan, sebab masih dalam proses penyelidikan internal BRI.

"Saya tidak bisa memberikan keterangan banyak pak, karena saat ini masih dalam pemeriksaan internal BRI, dan kami masih menunggu hasil pemeriksaan dan rekomendasi dari kantor wilayah," katanya singkat.

Komentar

Loading...