Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Nurbary Tidak Percaya JKN-KIS Tanggung Biaya Cuci Darah Seumur Hidup

Nurbary Tidak Percaya JKN-KIS Tanggung Biaya Cuci Darah Seumur Hidup

TAPAKTUAN, ANTEROACEH.com – Nurbary (66) seorang pensiunan PNS saat ini rutin menjalankan terapi cuci darah 2 kali seminggu sejak tahun 2018. Sudah tidak terhingga biaya yang harusnya dikeluarkan jika tidak menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Hadirnya Program JKN-KIS banyak rirasakan manfaatnya bagir Nurbary dalam mengakses layanan kesehatan hingga saat ini.

Mereka yang sakit tak lagi khawatir akan biaya mahal lantaran tak ada batas plafon untuk perawatan penyakit kronis sekalipun.

Nurbary ini merupakan satu dari 250 juta peserta yang merasakan manfaat memiliki Jaminan Kesehatan Nasional yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Dengan iuran yang relatif kecil, Nurbary telah merasakan manfaat yang sangat besar.

“Alhamdulillah sangat terbantu sekali dengan adanya program JKN-KIS ini. Dengan iuran yang dipotong dari gaji pensiunan saya, sungguh saya tidak menduga manfaat yang kini saya rasakan. Kalau dihitung-hitung biaya cuci darah saya menghabiskan biaya 10 juta rupiah dalam sebulan, sungguh biaya yang fantastis bagi saya yang hanya pensiunan PNS,” ujar Nurbary kepada Tim Jamkesnews, Senin (27/7/2020)

Saat ditanya mengenai kebijakan pemerintah soal penyesuaian iuran diawal bulan ini, dirinya tak banyak mempermasalahkan lantaran manfaat yang dirasakan masih lebih besar ketimbang iuran yang tengah berjalan.

“Saya paham bahwa pemerintah melakukan penyesuaian terhadap iuran Program JKN-KIS ini bukan tanpa sebab. Jika saya melihat dari berita-berita yang beredar di media bahwa program ini defisit, saya rasa pemerintah telah memikirkan dengan sangat baik perihal kenaikan iuran ini. Apalagi pasca sosialisasi yang dilaksanakan oleh BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan beberapa hari yang lalu, saya semakin mendapatkan informasi terkait prosedur dan tata cara terkait pelayanan serta kebijakan-kebijakan dan aturan terbaru dalam penyelenggaraan Prorgam JKN-KIS,” terangnya.

“Lagian Pemerintah juga memberikan kemudahan bagi peserta jika ingin turun kelas jika iuran saat ini dirasa berat dan bagi peserta yang memang tidak mampu dapat menghubungi Dinas Sosial untuk di data sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI),” terang Nurbary.

Komentar

Loading...