Nikmatnya Berbuka Dengan Kelapa Muda Bakar Khas Aceh Barat

Nikmatnya Berbuka Dengan Kelapa Muda Bakar Khas Aceh Barat
Kelapa muda yang sudah tersusun rapi ditutupi kembali oleh tumpukan kayu bakar sebelum akhirnya dibakar keesokan pagi. Foto: Uci Setiawan

MEULABOH, ANTEROACEH.com - Salah satu menu buka puasa khas Kabupaten Aceh Barat yang wajib dicoba adalah kelapa muda bakar atau Boh Ue Teutot dari Gampong Peunaga Rayeuk, Kecamatan Meureubo.

Tami salah seorang penjual kelapa muda bakar saat ditemui anteroaceh.com, Sabtu (2/5/2020) mengaku hanya berjulan pada bulan Ramadhan saja.

"Kita jualnya hanya dibulan Ramadhan. Kalau hari biasa itu setahu saya hanya ada tiga tempat di kabupaten Aceh Barat dan harus dipesan terlebih dahulu," terang Tami.

Ia menjelaskan proses pembuatan kelapa muda bakar ditempatnya asli dan sudah dilakukan oleh masyarakat desanya secara turun temurun sejak nenek moyang mereka.

"Untuk menghasilkan kelapa bakar, membutuhkan beberapa proses yang lumayan lama. Pertama mulai dari proses pengumpulan kelapa muda, hingga proses pembakaran.

Seluruh kelapa muda yang terkumpul dibawa ke pinggir pantai setiap sore hari kemudian kelapa muda diletakkan dalam susunan kayu bakar dan ditutup terpal agar tidak basah ketika hujan untuk dibakar keesokan paginya. Proses pembakaran kelapa muda dilakukan selama 2-3 jam mulai dari pukul 05.00 WIB subuh.

"Kita bakar dipantai karena disini banyak kayu bakar dan bisa langsung kita lakukan proses pengelupasan di dalam air laut," terangnya.
Tami mengatakan rasa air kelapa akan terasa lebih manis dan enak jika dikupas di dalam air laut.

Selain rasanya yang manis, kelapa muda bakar ini juga dipercaya oleh masyarakat setempat berkhasiat menghilangkan batuk dan panas dalam. Penyajiannya juga cukup sederhana dan bisa langsung diminum tanpa campuran lainnya.

Kelapa muda bakar juga dapat bertahan sehari semalam bahkan sampai seminggu jika dimasukkan ke dalam kulkas.

Penjual kelapa muda bakar di pinggir jalan kawasan Kecamatan Meureubo, jalan lintas Meulaboh-Tapaktuan. Foto: Uci Setiawan

"Untuk harga jual per kelapa juga tidak mahal sekitar Rp.15.000 untuk dua buah kelapa muda bakar," ujarnya.

Namun demikian sejak pandemi COVID 19, Tami mengaku penjualan kelapa muda bakar menurun drastis. Bahkan ia mengaku penjualannya setiap hari tidak sampai setengahnya yang laku.

"Berubah total, sekarang pembelinya nggak ada dan hanya warga sekitar. Biasanya banyak pembeli berasal dari lintas kabupaten," keluhnya. 

Komentar

Loading...