Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Nelayan Samudera Unjukrasa ke Kantor Bupati Aceh Utara Protes Penggunaan Pukat Harimau

Nelayan Samudera Unjukrasa ke Kantor Bupati Aceh Utara Protes Penggunaan Pukat Harimau

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com -  Para nelayan berunjukrasa di Kantor Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe, Selasa(24/11/2020) siang memprotes aktifitas kapal trawl di perairan Aceh Utara hingga merugikan mereka.

Seratusan nelayan asal Kecamatan Samudera itu menuntut bupati dan pihak terkait segera menertibkan aktivitas kapal dengan jaring besar tersebut sehingga tangkapan ikan tidak berkurang seperti selama ini.

Sempat terjadi perdebatan antara pengunjukrasa dengan petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Utara, karena dinilai tuntutan mereka tidak terakomodir oleh pihak dinas. Oleh sebab itu nelayan berusaha menemui bupati langsung.

“Kami  mengadu kepada bapak bupati, kami  sangat resah dengan aktifitas pukat trawl menyebabkan nelayan  tidak  mendapatkan ikan seperti sebelum muncul kapal-kapal besar itu. Mereka memakai pukat hariumau ini melanggar aturan,” kata Mansurdin perwakilan nelayan Samudera kepada wartawan.

Menurutnya DKP terkesan tidak bisa mengambil kebijakan menyelesaikan masalah tersebut, sehingga diskusi dead lock. Sehingga mereka ingin berdiskusi langsung dengan bupati Muhammad Thaib alias Cek Mad.

“Pukat trwal telah menghancurkan perekonomian nelayan Samudera, bahkan sering kali  mereka tidak mendapatkan hasil saat melaut. Tidak hanya itu, pukat  Harimau juga merusak jaring tradisional nelayan, pukat harimau haram di laut, itu aturannya, harus ditegakkan bukan dibiarkan, hingga kami sengsara,” tegasnya.

Lanjut Mansurdin, “aktifitas pukat harimau sudah terjadi sejak tiga tahun terakhir, kami  lelah mengadu terus ke pemerintah kecamatan dan dinas, karena tidak ada solusi. Jadi hari ini kami mengadu ke bupati. Bayangkan pak, dulu kami bisa dapatkan uang Rp 150, sekarang hanya 50 ribu, anak-anak kami harus makan apa, sedangkan pekerjaan kami hanya nelayann.”

Hingga berita ini dirunkan, pengunjukrasa masih beraksi di depan pintu utama masuk kantor bupati. Sedangkan penjagaan dilakukan oleh personil Polres Aceh Utara bersama Polres Lhokseumawe.

Komentar

Loading...