Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Nek Karijah Warga Abdya Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reot

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Kisah memilukan dialami janda tua nek Karijah (65) warga Gampong Lhok Pawoh, Kecamatan Manggeng, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Ia tinggal di gubuk sangat sederhana berukuran 2x3 meter.

Nek Karijah sehari-sehari bekerja menguliti atau mengupas ikan hasil tangkapan nelayan di wilayah. Ia harus ikhlas tinggal di gubuk tersebut usai rumah yang dibangun secara sukarela oleh aparatur bersama pemuda gampong setempat mengalami kerusakan dibagian atap dan dinding.

Namun seiring berjalannya waktu, rumah tersebut dimakan usia dan atap yang terbuat dari daun rumbia dan dinding kayu rapuh dimakan rayap. Sehingga tidak bisa lagi ditempati oleh Karijah.

"Jadi setelah rumah dengan ukuran 4x5 meter yang dibangun oleh aparatur gampong dan pemuda disini, kakak saya terpaksa harus membangun sendiri gubuk ini dengan ukuran 2x3 meter," ungkap Rukiah (60) adik kandung Karijah saat disambangi anteroaceh.com, Selasa (25/8/2020).

Ia menjelaskan, gubuk yang saat ini ditempati Karijah bukanlah di tanah miliknya, melainkan di tanah orang lain. Namun, Karijah mengaku, kalau pemilik tanah tersebut tidak mempermasalahkan jika kakaknya tinggal ditempat tersebut.

"Sebelum anak-anak ini datang kesini, juga ada orang-orang yang pergi untuk mengambil foto rumah kakak kami, akan tetapi bantuan rumah yang seperti mereka janjikan tidak pernah ada," ucapnya. 

Ia menyebutkan, kondisi Kharijah saat ini mulai sakit-sakitan. Ditambah lagi pendengarannya sudah mengalami masalah.

Selain itu, Rukiah mengaku, apabila dirinya sudah pernah mengajak kakaknya untuk tinggal di rumahnya. Namun Karijah tidak mau lantaran dirinya hanya ingin tinggal di gubuk tersebut.

"Kami berharap, semoga ada bantuan terhadap kakak kami.  Sebab saya selaku adiknya tidak mampu untuk membantu lebih, karena kehidupan saya juga sama dengan beliau, kalau masalah kalau dibangun diatas tanah orang, pemilik tanah ini tidak masalah, yang penting beliau bisa tinggal ditempat yang layak," pungkasnya.

Amatan anteroaceh.com di lokasi, kondisi gubuk yang ditempati Kharijah memang sangat memprihatinkan. Gubuk berukuran 2x3 meter tersebut hanya terbuat dari terpal bening yang ditempeli pelepah rumbia.

Sementara untuk atapnya hanya ditutupi oleh beberapa helai seng bekas untuk menutupi gubuk tersebut panasnya terik matahari. Selain itu, gubuk tersebut juga tidak memiliki aliran listrik, sehingga Kharijah hanya menggunakan pelita sebagai penerang dirinya dimalam hari.

Komentar

Loading...