Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Nasir Djamil Dukung Kebijakan Bupati Abdya Bagikan Lahan Eks HGU PT. CA ke Masyarakat

Nasir Djamil Dukung Kebijakan Bupati Abdya Bagikan Lahan Eks HGU PT. CA ke Masyarakat
Bupati Abdya, Akmal Ibrahim sedang berbincang dengan Anggota DPRI Komisi III, Nasir Djamil. Foto: Ilyas/anteroaceh.com

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil mendukung penuh kebijakan Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, SH yang ingin membagikan lahan Eks Hak Guna Usaha (HGU) PT.Cemerlang Abadi (CA) kepada masyarakat.

"Kita sangat menyetujui terhadap keinginan dan kebijakan pak Bupati untuk membagikan lahan kepada masyarakat,” kata Nasir saat diwawancarai sejumlah awak media di AW Kupi, Blangpidie, Senin (8/6/2020).

Alasan Nasir Djamil mendukung karena selama ini lahan yang berlokasi di Gampong Cot Seumantok, Kecamatan Kuala Bate itu sudah lama ditelantarkan. Bahkan lahan itu sudah puluhan tahun lahan tersebut tidak terurus oleh pihak perusahaan swasta tersebut.

“Kita takutkan, jika lahan ini terus dibiarkan kosong dan tidak diurus maka akan banyak hantu-hantu di lahan itu. Dan kita juga melihat kalau bapak Bupati Akmal sangat berkomitmen untuk mengusir hantu-hantu tersebut, sehingga nantinya tidak akan menjadi momok menakutkan bagi masyarakat,” sebutnya. 

“Saya juga dengar sekarang gugatannya sudah di Mahkamah Agung (MA), Jadi, apapun keputusan MA terkait lahan PT CA itu tidak berpengaruh dengan kebijakan bupati membagikan lahan itu kepada rakyat,” kata Nasir.

Sementara itu, Bupati, Akmal Ibrahim menjelaskan, adapun jumlah  lahan eks PT.CA sebanyak 7.500 hektar. Setelah izinnya mati pihak PT.CA kembali mengusulkan izin untuk diperpanjang, namun hanya diberikan izin sebanyak 2.100 hektar.

“Sedangkan untuk sisanya akan dibagikan kepada masyarakat," kata Akmal singkat.

Untuk diketahui, seluas 7.516  hektar lahan HGU PT. CA sudah berakhir sejak 31 Desember 2017 lalu. Kemudian perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut mengajukan izin perpanjangan HGU seluas 4.864,88 hektar.

Namun, tanpa adanya surat rekomendasi perpanjangan izin dari bupati dan Gubernur Aceh. Menteri Agraria Republik Indonesia menyetujui perpanjangan HGU tersebut seluas 2.050 hektar, ditambah 900 hektar untuk areal plasma.

Lalu pihak PT CA menolak dan mengajukan gugatan. Anehnya pengadilan  Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mengabulkan gugatan perusahaan perkebunan tersebut hingga melukai hati masyarakat Abdya. 

Komentar

Loading...