Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Muzaki Manaf: Abu Sanusi Guru Kombatan GAM

Muzaki Manaf: Abu Sanusi Guru Kombatan GAM

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat Muzakir Manaf atau Mualem turut berduka dengan meninggalnya tokoh GAM yang juga mantan Panglima Wilayah Peureulak,  Tgk Sanusi bin Muhammad akrab disapa Abu Sanusi.

Mualem sangat mengenal sosok Abu Sanusi yang semasa hayatnya menghabis hidup untuk perjuangan GAM. Disegani lawan maupun kawan saat konflik Aceh berkecamuk, bahkan disisa hidupnya Abu Sanusi masih memberikan kontribusi bagi para kombatan.

“Abu Sanusi adalah orang tua kita, beliau adalah panglima dan tokoh perjuangan Aceh dan guru bagi seluruh kombatan, banyak pelajaran berharga yang kita dapatkan dari beliau,” ungkap Mualem melalui jurubicara KPA pusat Azhari Cage di Lhokseumawe, Selasa (29/12/2020).

Menurut Mualem, kalangan GAM dan jajaran KPA, terutama wilayah Peureulak  sangat kehilangan atas kepergian Abu. Namun jasa-jasa beliau akan tetap dikenang oleh seluruh masyarakat.

“Semoga Allah menempatkan Abu di surga tertinggi,bagi keluarga,eks kombatan dan  masyarakat yang Abu  tinggalkan agar tabah terhadap musibah ini,” kata Cage.

Anggota DPRA periode lalu itu juga menjelaskan Mualem serta jajaran KPA pusat langsung menuju ke kediaman almarhum usai  mendapatkan informasi duka tersebut.

“Mualem telah datang ke rumah duka tadi untuk bertakziah didampingi petinggi KPA setempat,” jelasnya lagi.

Sebelumnya Marzuki M Ali alias Ayah Kobra, panglima daerah 1 Wilayah Peureulak, mengabarkan almarhum meninggal dunia sekitar pukul 7.30 WIB di rumahnya. Sekitar pukul 12.30 WIB dikebumikan di area Dayah Darul Mutaallimin pimpinan Abu Lah Krueng Lintang, tidak jauh dari kediaman almarhum.

“Beliau sakit sesak sejak sebulan lalu, pernah dibawa ke rumah sakit dan tadi pagi menghembuskan nafas terakhir di rumahnya ditemani oleh keluarga besar beliau,” jelas Ayah Kobra kepada anteroaceh.com.

Sepengetahuannya, Abu Sanusi adalah Panglima GAM tahun 1976 dan dekat dengan Deklarator GAM Tgk Hasan Ditiro. Sejak konflik almarhum eksi berjuang dengan pasukannya di wilayah tersebut dan dikenal dengan loyal terhadap gerakan.

“Saat ini Aceh sangat kehilangan satu sosok GAM yang sangat baik dan bersahaja. Walau tidak masuk dalam jajaran KPA, namun banyak kombatan menaruh simpati terhadap kepribadian almarhum,” jelasnya.

Komentar

Loading...