Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Muzakarah Ulama Aceh Selatan, Berikut Ini Remendasi yang Dilahirkan

Muzakarah Ulama Aceh Selatan, Berikut Ini Remendasi yang Dilahirkan

TAPAKTUAN, ANTEROACEH.com - Muzakarah ulama se-Aceh Selatan yang diselenggarakan, di aula hotel Dian Rana Tapaktuan, telah resmi ditutup, Kamis , Kamis (24/10/2019).

Dari muzakarah tersebut para ulama dan tokoh masyarakat di Aceh Selatan berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi penting.

Panitia muzakarah Masrizal mengatakan, sejumlah materi yang diangkat, seperti produk halal, Syriat  Islam, wisata halal, Gadai, Gala, Carte, dan juga tentang metodologi rukyatul hilal.

“Materi pariwisata dan syariat Islam, disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan Nyak Mansur, SE. Tinjauan Mazhab Syafi'i terkait zakat makanan produk bukan makanan pokok pada suatu tempat disampaikan oleh MPU Aceh. Sedangkan materi tentang metodelogi rukyatul  hilal dalam penentuan awal Ramadan dan Idul Fitri disampaikan oleh Ayah Cot Trueng dan Alfirdaus Putra dari Kamenag Aceh,” terang Masrizal.

Selain membahas isu keagamaan yang sifatnya kekinian, Muzakarah tersebut juga menjadi wadah silaturrahim antar tokoh di Aceh Selatan.

"Atas kesimpulan dari bahasan materi, dilahirkan sejumlah rekomendasi untuk tindaklanjut oleh para pemangku kepentingan dan menjadi pedoman masyarakat," tambahnya.

Berikut ini tujuh rekomendasi yang dilahirkan dari Muzakarah ulama Aceh Selatan:

1. Pemerintah daerah agar membentuk Badan Rukyatul Hilal di tingkat kabupaten

2. Menghimbau kepada seluruh masyarakat/umat untuk saling menghargai perbedaan dalam penetapan l Ramadhan dan 1 Syawal.

3. Mengusulkan kepada MPU Aceh untuk mengeluarkan fatwa tentang zakat makanan pokok disuatu tempat yang tidak dijadikan makanan pokok di tcmpat yang lain.

4. Mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan untuk mengsosialisasikan dan mengawasi transaksi carter, kontrak, gala dan mawah agar sesuai dengan mu’amalah syari’ah.

5. Mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan untuk membuat Peraturan Bupati tentang wisata halal sesuai Syaria’at Islam sena adat dan budaya aceh.

6. Kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan untuk melaksanakan pembinaan, pengawasan terhadap pelaku dan tempat wisata untuk terwujudnya wisata halal

7. Memberikan sanksi tegas kepada pelaku wisata yang melanggar syari’at islam.

Komentar

Loading...