MPU Lhokseumawe: Perayaan Tahun Baru Langgar Syariat dan Bisa Sebarkan Covid-19

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe mengeluarkan Taushiyah larangan merayakan malam pergantian tahun. Selain tidak sesuai Syariat Islam juga berpotensi menjadi kluster penyebaran Covid-19 baru.
Dalam himbauan dan Taushiyah nomor 451.7/141/2020, ketua MPU Tgk H. Abu Bakar Ismail menyeru masyarakat muslim di empat kecamatan di Kota Lhokseumawe tidak boleh merayakan pergantian tahun baru masehi.
Selanjutnya kepada pengelola hotel, rumah penginapa, cafe, tempat wisata dan hiburan diminta tidak mengadakan acara yang melanggar aturan terutama melanggar Syariat Islam. Kemudian warga non Muslim diminta menghargai daerah yang memberlakukan Syariat Islam.
“Bagi non muslim yang merayakan pergantian tahun masehi mohon tertib, harus di dalam ruangan tetap menjaga kenyamanan masyarakat serta mematuhi Protokol Kesehatan,” sebut Tgk H. Abu Bakar Ismail dalam taushiyahnya, Senin (28/12/2020).
MPU juga melarang aksi bakar mercon, kembang api dan meniup terompet, karena dinilai bukan budaya masyarakat dan tidak sesuai syariat Islam.
“Penegak hukum harus menindak tegas pihak-pihak yang melanggar Taushiyah ini . ini demi kemaslahatan kita semua, dan mari sama bertekad menjadikan Kota Lhokseumawe bersih dari berbagai perilaku maksiat dan melanggar hukum,” pungkasnya.
Komentar