Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

MPU Keluarkan Tausiah  Minta Pemerintah Aceh Hentikan Semua Kegiatan MPTT

MPU Keluarkan Tausiah  Minta Pemerintah Aceh Hentikan Semua Kegiatan MPTT

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh akhirnya mengeluarkan tausiah berisi permintaan kepada Pemerintah Aceh untuk menghentikan semua kegiatan Majelis Pengkajian Tauhid dan Tasawuf (MPTT) yang diasuh oleh Abuya Syech Haji Amran Waly Al-Khalidi.

Hal tersebut telah ditetapkan pada 12 Safar 1442 H, bertepatan dengan 29 September 2020 lalu di Banda Aceh, oleh ketua MPU Aceh Tgk H M Daud Zamzamy, Wakil ketua  I  Tgk H Faisal Ali, Wakil Ketua II DR Tgk H Muhibbuththabary  M.Ag dan Wakil Ketua III, Tgk Hasbi Albayuni.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua MPU Aceh. Tgk H Faisal Ali membenarkan telah dikeluarkan tausiah tersebut. Menurutnya tausiah tersebut semacam rekomendasi kepada pemerintah Aceh untuk menjawab berbagai persoalan yang timbul di masyarakat terkait adanya MPTT.

“Ini sebentuk rekomendasi sementara atau Tausiah bukan fatwa, kalau fatwa sudah jelas hitam putih, artinya sudah final.  MPU memiliki wewenang untuk mengeluarkan  tausiah setelah ada kajian khusus terkait hal itu. menurut kami untuk sementara pemerintah atau Forkopimda Aceh menutup semua aktifitas MPTT di seluruh Aceh,” jelas Tgk Faisal Ali.

Tausiah tersebut juga keputusan  persuasif untuk melihat perkembangan kedepan di masyarakat. Dan ini bagian sangat tepat untuk menangani kekisruhan di tengah-tengah masyarakat.

Hingga saat ini jelasnya lagi, belum ada pertemuan dengan Abuya Syech Haji Amran Waly Al-Khalidi, sebagai sohibul musykillah. Walau pihaknya sudah menyarankan Abuya mengirimkan surat permintaan bersilaturrahmi ke pihaknya.

“MPU sangat terbuka untuk siapapun termasuk MPTT, kami sudah menyarankan agar Abuya mengirimkan surat untuk bersilaturrahmi, dan nantinya akan kirim surat balasan untuk bertemu. Namun yang ada surat permintaan dari pihak MPTT pengurus wilayah, bukan dari Abuya sendiri,” ungkapnya.

Beliau juga meminta kepada masyarakat Aceh, termasuk MPTT  agar menjadikan  setiap fatwa MPU sebagai landasan kegiatan keagamaan di Aceh. MPU saat ini sudah mengeluarkan fatwa hukum tentang identifikasi aliran sesat sudah menjadi Qanun, mengeluarkan hukum tentang tarikat  Muktabarah,  tentang kriteria aliran ahlussunnah waljamaah dan kitab Muktabarah.

“Bila masyarakat berpegang teguh pada fatwa MPU Aceh tersebut, InshaAllah tidak akan ada keributan di tengah-tengah masyarakat Aceh,” pungkasnya.

Komentar

Loading...