Miris, Pemkab Pidie Jaya Pecat Pegawai Honorer Ini Karena Lumpuh 

Miris, Pemkab Pidie Jaya Pecat Pegawai Honorer Ini Karena Lumpuh 
Anita bersama anaknya

MEUREUDU, ANTEROACEH.com - Seorang pegawai honorer  di lingkungan Pemkab Pidie Jaya dipecat setelah tidak masuk selama lima bulan, padahal pegawai tersebut sedang menjalani perawatan sakit akibat tumor tulang belakang. 

Kabar yang diperoleh anteroaceh.com, Anita Safriani (32) janda miskin asal  Gampong Reuseb, Kecamatan Trienggadeng, sebelumnya tercatat sebagai tenaga honorer di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.  

Namun beberapa waktu lalu ia mendapatkan dirinya tidak lagi sebagai tenaga kontrak pada dinas tersebut. Pada SK tenaga honorer yang ditetapkan oleh pemerintah setempat untuk tahun 2021 namanya sudah tidak ada lagi alias tidak diperpanjang. 

Saat diwawancara wartawan, janda lima anak itu mengaku tidak masuk kerja selama lima bulan, namun bukan karena malas atau mangkir dari tugas, melainkan ia menjalani rawatan medis secara intensif setelah divonis dokter menderita tumor tulang belakang. 

“Saya sakit tumor tulang belakang dan kini lumpuh. Selama lima bulan saya tidak masuk kantor dan  harus rawat inap di RSUD Zainal Abidil  Banda Aceh,saya juga  sudah menjalani  operasi. Kontra honorer saya tidak diperpanjang lagi,” ungkap Anita sedih.

Ia mengaku saat ini tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa terbaring di rumah orang tuanya di desa tersebut. Bahkan ia syok setelah mengetahui SK tidak diperpanjang, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari kepala dinas. 

Awalnya ia mengira masih ada jerih yang didapatkan untuk menghidupi kelima anaknya yang masih duduk dibangku sekolah dari statusnya sebagai tenaga honorer. Namun harapan itu pupus karena kontraknya tidak diperpanjang lagi. 

Ia merasa dirinya ibarat jatuh tertimpa tangga, bahkan merasa pengabdianya selama 11 tahun sebagai tenaga honor di Pemkab tidak dihargai. Hanya karena sakit tumor yang menyebabkan sebagian anggota tubuhnya tidak bisa digerakkan ia harus hilang pekerjaan. 

“Saya minta keadilan, saya sudah 11 tahun mengabdi di Pemkab Pidie Jaya sebagai honorer, kini saya dipecat karena sakit ini. saya berharap ada kebijakan lain sehingga saya masih mendapatkan jerih untuk memenuhi kebutuhan anak-anak,” katanya lagi.

Komentar

Loading...