Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Minyak Pala Aceh Selatan Susah Dipasarkan

Minyak Pala Aceh Selatan Susah Dipasarkan
Biji pala milik Bakri petani pala asal Gampong Air Pinang, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan.

TAPAKTUAN, ANTEROACEH.com – Petani pala di Aceh Selatan mengeluh sulitnya memasarkan minyak pala saat ini.

Petani pala Gampong Air Pinang, Tapaktuan Bakri mengatakan kurangnya minat pembeli terhadap minyak pala Aceh Selatan karena isu ada kandungan kadar lampu, plastik dan lainnya didalam olah minyak pala asal Aceh Selatan.

Hal itu berdampak terhadap minat beli toke minyak pala di Medan, Sumatera Utara.

“Saat ini selain harga minyak (pala) sedang turun memasarkannya juga susah,” kata Bakri, Minggu (6/10/2019).

Ia mengatakan biasanya petani atau pengepul menjual minyak pala ke Medan namun saat ini permintaan dari Medan turun drastic sehingga banyak minyak pala yang telah di suling menumpuk.

“Sekarang minyak menumpuk di keter tempat penyulingan,” bebernya.

Harga Turun

Selain susahnya memasarkan minyak pala petani juga tengah menghadapi penurunan harga beli biji pala basah sejak lima bulan terakhir.

“Harga biji pala basah di Aceh Selatan sejak lima bulan terakhir menurun dari Rp 22.000 per kilogram jadi Rp 17.000 per kilogramnya,” kata Bakri.

Sementara itu minyak pala juga mengalami penurunan dari harga Rp 720 ribu per kilogram menjadi Rp 620 ribu per kilogram.

Pemkab Diminta Cari Solusi

Berbagai persoalan yang membuat petani pala kelabakan di Aceh Selatan mulai dari harga turun hingga susahnya memasarkan minyak pala sehingga Pemkab Aceh Selatan diminta aktif mencari solusi tersebut.

Salah satunya petani mengusulkan Pemkab Aceh Selatan melalui koperasi atau BUMD menampung minyak pala mereka dengan harga yang stabil.

"Kami harap pemerintah bisa mengambil inisiatif untuk menampung minyak pala dan biji pala dari petani,” harap Bakri.

Komentar

Loading...