Minta Satgas Covid-19 Dibubarkan, Anton Sumarno Nilai Ikhsan Jufri Asal Bunyi

Minta Satgas Covid-19 Dibubarkan, Anton Sumarno Nilai Ikhsan Jufri Asal Bunyi
Kanan-kiri, Ketua Komisi D , Ikhsan Jufri dan Kiri Wakil Ketua Komisi D Anton Sumarno. Foto: Ist

BLANGPIDIE, ANTEROACEH.com - Wakil Ketua Komisi D DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) Anton Sumarno menilai pernyataan Ketua Komisi D, Ikhsan Jufri terkait permintaan membubarkan Satgas Covid-19 merupakan pernyataan asal bunyi atau asbun.

"Kami menilai, pernyataan saudra Ikhsan mengatasnamakan ketua komisi D untuk meminta pemerintah membubarkan Satgas Covid-19 itu merupakan pernyataan asal bunyi," kata Anton Sumarno melalui rilis yang diterima anteroaceh.com, Kamis (3/6/2021).

Baca: Ketua Komisi D DPRK Minta Satgas Covid-19 Abdya Dibubarkan

Seharusnya, kata Anton, selaku politisi yang baik, Ikhsan jangan hanya sebatas menyalahkan tanpa mengkonfirmasi atau mendatangi kepada pihak yang diprotes.

"Sebenarnya, setiap ada permasalahan sebaiknya diteliti dulu dengan baik bukan langsung membuat berita sehingga menimbulkan kontroversi dalam masyarakat, sedangkan pekerjaan yang nyata masih banyak yang harus diperbaiki, jangan hanya main protes sana protes sini dengan pemberitaan," jelasnya.

Anton juga menyanyangkan pemikiran seorang lulusan Yaman menyuruh membubarkan tim Satgas Covid-19, sementara masalah stiker mobil dan terkait pengunjung masjid Agung Baitul Ghafur Abdya untuk menggunakan pakaian Islami belum ada realisasinya.

"Kami berharap cerdas lah dalam pencitraan, masih banyak PR kita selaku anggota DPR, berbenah dari diri sendiri dulu lah, masalah investor kan sudah jelas untuk kemajuan Abdya dalam perekonomian, apa lagi kondisi ekonomi terpuruk selama Covid-19," kata politisi PNA itu.

Ketua Fraksi Abdya Sejahtera itu juga meminta Ikhsan untuk berfikir cerdas karena menurutnya investor asal China yang datang ke Abdya itu sudah menjalani proses pemeriksaan kesehatan sesuai Potkes.

"Ini aneh, apakah karena mereka asal dari China kita berikan kritik, lalu bagaimana dengan investor dari Arab. Dan setahu saya seminggu lalu saudara Ikhsan baru pergi dari Medan sampai ke Langkat, apakah ada mengikuti prokes dan Swab serta apa sudah karantina mandiri, jadi tolong lah tokoh publik jangan mencuci pikiran masyarakat berfikir negatif, sama-sama kita bantu masyarakat untuk berfikir positif," tutur Anton.

Anton juga menerangkan,  selaku anggota dewan memang punya hak bicara seluas-seluasnya dan diatur dalam undang-undang namun jangan juga ikut menggiring opini masyarakat ke arah negatif.

Baca: TKA China Melenggang Masuk ke Abdya 

"Kami juga menantang tanggungjawab saudara Ikhsan jika satgas Covid-19 dibubarkan. Karena selama ini Satgas covid sudah berupaya optimal dalam bekerja, jadi tolong dihargai, apalagi mereka garda terdepan dengan resiko terpapar covid-19, mari kita sama-sama berpikir keras dalam menangani corona dan ekonomi masyarakat tetap harus meningkat, jangan hanya cari pencitraan saja di media," pungkasnya.

Komentar

Loading...