Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Mengencangkan Ikat Sarung

Mengencangkan Ikat Sarung

Pandemi Corona membuat nuansa ramadhan tahun ini agaknya menjadi sedikit berbeda. Bahkan di daerah zona merah masjid-masjid digembok, semua aktivitas ibadah dipindahkan kerumah masing-masing.

Masih beruntung di Aceh, meski beberapa kasus positif tercatat di bumi serambi mekah ini, pintu-pintu masjid masih terbuka lebar, masyarakat masih diperbolehkan beribadah disana.

Akan tetapi beberpa masjid tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti mewajibkan masker, menjarangkan shaf sahlat, dan ada pula masjid yang meniadakan ceramah ramadhan, ini dilakukan untuk menghindari perkumpulan massa terlalu lama.

Sepahit apapun kondisinya, bilangan hari dalam bulan ramadhan akan terus bertambah, bahkan hari ini sudah mulai memasuki pase akhir.

Dalam riyawat yang masyhur disebutkan, pada pase ini akan terjadi peristiwa lailatur qadar.

Secara sederhana, malam lailatul qadar disebut sebagai malam seribu bulan, artinya siapa saja beribadah pada malam tersebut, maka nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Semua  orang tentu ingin mendapatkan malam yang penuh keberkahan itu, bagaimana tidak, seribu bulan itu setara dengan beribadah selama 83 tahun lebih.

Hal itu bisa saja seperti beribadah seumur hidup tanpa henti, karena dalam sebuah hadits disebutkan, umur umat nabi Muhammad saw hanya berkisar 60 hingga 70 tahun, sedikit sekali yang lebih dari itu.

Ramadhan adalah ladang amal yang paling subur dibanding bulan lain, dan lailatul qadar adalah malam amal yang paling besar pahalannya ketimbang malam lain di bulan ramadhan.

Maka, diakhir ramadhan ini, terlebih di tengah wabah corona, bencana banjir dan tanah longsor yang silih berganti datang menerpa berbagai wilayah di Aceh. Mari dekatkan diri sedekat-dekatnya dengan Allah swt, bulatkan niat, persiapkan diri, dan ajak serta keluarga meraih ampunan Allah.

Hidupkan sepuluh malam terakhir ini dengan memperbanyak dan meningkatkan kualitas amal ibadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan sedekah.

Dalam masalah ini, Rasulullah SAW telah mencontohkan kepada kita umatnya melalui sebuah hadits, artinya : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174)

Rasulullah saja, manusia paling sempurna sepanjang masa, yang surganya sudah dijamin, masih berusaha bersungguh-sungguh merebut kemulian bulan agung ini. Lantas bagaimana dengan kita yang penuh akan dosa ?, mari kencangkan ikatan sarungnya!.

Komentar

Loading...