Breaking News

Update COVID-19 Aceh

0 ODP
0 PDP
0 Positif
0 Meninggal
0 Sembuh

-

Sumber: -

Mengaku Bertemu Tuhan 7 Kali, Pemimpin Aliran Sesat di Banda Aceh Ditangkap

Mengaku Bertemu Tuhan 7 Kali, Pemimpin Aliran Sesat di Banda Aceh Ditangkap

ANTEROACEH.com - Sejumlah warga di kawasan kompleks makam Syiah Kuala, Desa Deah Raya, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, mengamankan sekelompok lelaki yang diduga tengah melakukan kegiatan aliran sesat.

Massa berjumlah sekitar 50 orang menghentikan aktivitas kelompok tersebut pada Rabu (7/8/2019) sekitar pukul 22.55 WIB.

Kapolsek Kuta Alam AKP Edi Saputra mengatakan, pihaknya mendapat informasi warga soal aktivitas yang berlangsung di kompleks makam Syiah Kuala, yakni adanya pengajian yang diduga sesat. Polisi kemudian langsung mengamankan orang tersebut dan membawanya ke Mapolsek Syiah Kuala.

"Massa lebih kurang 50 orang telah mengerumuni 5 orang yang diduga terkait aliran sesat. Petugas langsung mengamankan orang tersebut untuk menghindari amukan massa," katanya saat dikonfirmasi Kamis (8/8/2019).

Terduga pengikut aliran sesat berinisial Abi MU, AN, ZA, ZU, dan AL. Abi MU dan AN itu diamankan di Mapolsek Syiah Kuala guna penyelidikan lebih lanjut.

ZA dan ZU mendapat jaminan dan akan diberikan pembinaan oleh ketua mukim (setara distrik-Red) Syiah Kuala. Sementara AL untuk sementara dititipkan kepada keluarga, namun sewaktu-waktu akan dihadirkan kembali untuk memberikan keterangan lebih lanjut terkait kajian diduga aliran tersebut.

Dibahas MPU Aceh

Hasil pengembangan terkait kegiatan pengajian yang diduga sesat itu kemudian dibahas oleh anggota Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) Kota Banda Aceh. Pembahasan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua MPU Kota Banda Aceh, Tgk Damanhuri Basyir, dan dihadiri oleh Kapolsek serta unsur terkait lainnya.

Dari hasil pembahasan dan kajian bersama diketahui aliran itu di bawah pimpinan Abi MU, yang mengaku telah mengalami kematian sebanyak tujuh kali dan bertemu dengan Tuhan.

"Kematiannya yang terakhir bertemu dengan Allah dan berjumpa dengan Rasulullah sebanyak 22 kali," sebut AKP Edi.

Menurut pengakuan Abi MU, dia juga tidak pernah belajar ilmu pengetahuan agama dan tidak pernah pula mengajar.

"Dia mendapat ilmu melalui ilham saja, kemudian mengajarkannya kepada masyarakat awam," sebutnya.

Dijelaskan Edi, hasil kesimpulan dari musyawarah bersama MPU Kota Banda Aceh, pengajian Abi MU dihentikan. Pengajiannya dianggap mengarah kepada penyimpangan tauhid dan kendangkalan akidah.

"(Ini) Bukan penistaan agama, sehingga penanganan permasalahan ini dilimpahkan kepada Satpol PP/WH Kota Banda Aceh untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut," katanya.

Sumber: kumparan.com

Komentar

Loading...