Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Mencicipi Kuliner Ikan Bakar Sambal Tuba di Subulussalam 

Mencicipi Kuliner Ikan Bakar Sambal Tuba di Subulussalam 

SUBULUSSALAM, ANTEROACEH.com - Wisata kuliner ikan bakar sambal tuba (andaliman) di Kampong Lae Motong, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, menjadi tempat yang digemari warga untuk menikmati makan siang bersama keluarga. 

Tidak jarang selain masyarakat biasa kaum melinial juga kerap mengunjungi tempat tersebut dengan alasan lokasi asri dan teduh dan jarang ditemukan di tempat lain.

"Suasana disini sangat nyaman, teduh dan serba alami, kita rindu tempat ini karena sambal andaliman yang khas, samabal ini sulit kita temukan ditempat lain," kata salah satu pengunjung, Fajri Lubis Rabu (27/5/2020).

Yuni, juga salah satu pengunjung mengutarakan, yang menjadikan pembeda tempat ini adalah proses pembakaran ikan dengan menggunakan kayu bakar pilihan sehingga menghasilkan aroma ikan bakar yang khas.

"Ikan bakar disini dibakar dengan kayu bakar pilihan sehingga aroma dan rasa berbeda dengan lain," katanya.

Usman, anak pemilik lokasi itu mengatakan bahwa ia dan keluarga telah menekuni usaha itu selama 14 tahun.

"Kami buka usaha ini sudah 14 tahun dengan usaha ini Alhamdulillah dapat membantu kedua orang tua  untuk kebutuhan sekolah bahkan biaya Pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi," ujar Usman.

Ditambahkannya, kekhasan usaha ikan bakarnya itu dikarenakan sambal andaliman yang menjadi menu andalan yang bisa membangkitkan selera makan pengunjung.

"Andaliman ini, tidak tumbuh di daerah Subulussalam namun bisa kita temukan di pasar tradisional yang dibawa pedagang asal Sumatera Utara," ungkapnya.

Andaliman atau Zhanthoxylum Acanthopodium berbentuk bulat kecil kecil berwarna hijau. Andaliman sebutan lokal tuba itu memiliki aroma jeruk dengan rasa pedar dan getir.

Menurut keterangan Usman, harga ikan bakar per kilogram ia bandrol seharga Rp 70.000, namun jika pengunjung menikmati di lokasi ini maka ikan plus nasi per kilogram Rp 80.000 rupiah.

"Kalau ikan bakar untuk dibungkus tanpa nasi 70.000 per kilogram kalau makan di tempat kita 80.000 bang," terang Usman.

Pantaun anteroaceh.com  pengunjung lokasi itu lumayan ramai, karena pengelola juga menyediakan sejumlah pondok beratap rumbiya berukuran 3x3 meter sebagai tempat menyantap hidangan.

Selain pondok, dihadapan pengunjung juga terlihat hamparan kolam yang diisi ikan emas dan nila sehingga menambah suasana asri dan tenang.|| RINTO

Komentar

Loading...