Breaking News

Update COVID-19 Aceh

0 ODP
0 PDP
0 Positif
0 Meninggal
0 Sembuh

-

Sumber: -

Menagih Janji

Menagih Janji
Ilustrasi.

MENUNGGU, adalah perkara yang tidak gampang, butuh kesabaran. Terkadang membosankan, apalagi untuk sesuatu yang tak kunjung datang. Setingkat lebih atas, terkadang, tak sabar menunggu, lalu menagih.

Itulah yang sedang dialami oleh mahasiswa Aceh perantauan, baik dalam maupun luar negeri. Ikhwalnya, Pemerintah Aceh meminta mereka untuk tidak pulang, untuk menghindari penularan Covid-19, penyakit yang sangat mematikan itu. Cukup beralasan, apalagi bagi mereka yang kuliah di daerah tranmisi lokal, yang angka penyebarannya sangat tinggi. 

Sejurus dengan itu, Pemerintah Aceh menjanjikan sedikit bantuan, sekedar untuk bertahan hidup dirantau orang. Kalau kata T. Ahmad Dadek, Asisten II Setda Aceh, besarannya bermacam. Untuk mahasiswa dalam negeri sekitar Rp. 1 Juta dan luar negeri sekitar Rp. 2,5 Juta untuk setiap orang.

Wajar saja, dan sudah menjadi kewajiban Pemerintah Aceh untuk memberikan bantuan untuk mereka yang bertahan di rantau orang. Apalagi beberapa daerah tempat mereka belajar sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sangat dhalim rasanya membiarkan mereka bertahan tanpa kepedulian, seakan membiarkan mati perlahan.

Mendekati Hari raya, para pencari ilmu itu belum juga menerima bantuan, padahal Pemerintah Aceh memiliki sekitar Rp. 118 miliar BTT dan Rp. 1,7 Triliun anggaran hasil refocusing sesuai perintah menteri dalam negeri dan menteri keuangan.

Entah apa yang menyebabkan penyalurannya begitu lambat.

Tidak tahan, beberapa mahasiswa telah bersuara. Setidaknya mahasiswa Aceh di Bandung, Jawa Barat dan di Padang, Sumatera Barat sudah meminta Pemerintah Aceh jangan lamban, segera salurkan bantuan sosial itu.

Mereka sudah mengirimkan nama-nama mahasiswa berikut persyaratan lainnya jauh-jauh hari. Agaknya, tidak ada alasan yang membuat belum cair. Kinerja aparatur benar-benar lambat. Kita mengharapkan, Pemerintah Aceh  sudah mengirim bantuan tersebut beberapa hari sebelum Hari raya, paling lambat hari Kamis (21/5). Ada dua hari jeda sebelum hari kemenangan tiba.

Semoga Pemerintah Aceh lebih tanggap dan segera menyalurkan  bansos untuk para mahasiswa yang telah mengindahkan intruksi pemerintah itu; tidak pulang.

Komentar

Loading...