Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Mewujudkan Aceh Selatan Hebat

Mewujudkan Aceh Selatan Hebat
Alja Yusnadi saat berdiskusi dengan Plt Bupati Teungku Amran beberapa waktu lalu.

Oleh: Alja Yusnadi, S.TP.,M.Si (Ketua DPC PDI Perjuangan Aceh)

Narasi Hebat dimulai oleh pemerintah Joko Widodo - Jusuf Kala melalui Kabinet Indonesia Hebat tahun 2014. Selanjutnya, pasangan Irwandi-Nova juga menggunakan tagline Aceh Hebat dalam kampanyenya 2017 lalu. Pamungkas, pada Pilkada Aceh Selatan tahun 2018, pasangan Azwir-Amran (Azam) juga menggunakan tagline Aceh Selatan Hebat.

Hebat, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti terlampau, amat sangat (dahsyat, ramai, kuat, seru, bagus, menakutkan). Aceh Selatan Hebat tentu Aceh Selatan yang terlampau, amat sangat melalui program yang akan dijalankan.

Untuk mewujudkan kehebatan tersebut harus melalui pelaksanaan dan penataan program, harus ada perbaikan dari Pemerintah Aceh Selatan sebelumnya. Karena kata hebat itu bergerak maju menuju kearah positif.

Bila diukur secara ekonomi harus bergerak maju, baik secara mikro maupun makro. Jumlah masyarakat miskin harus terus ditekan. Pembinaan terhadap pelaku usaha harus ditingkatkan. Pembangunan sarana dan prasarana harus lebih meningkat dari sebelumnya. Aparatur pemerintah juga harus ditata dengan baik, pelayanan publik harus diutamakan.

Barangkali, itulah secara sederhana untuk mengukur sejauh mana sudah kehebatan Aceh Selatan dimasa pemerintah yang saat ini dipimpin oleh Plt. Bupati Teungku Amran.

Dari sekian banyak program yang ditawarkan saat kampanye dulu, setidaknya ada beberapa yang mendapat atensi dari masyarakat, diantaranya adalah santunan kematian, ambulance centre, listrik gratis, dan pemberdayaan ekonomi.

Praktis, secara moral pemerintah Aceh Selatan memiliki tanggungjawab lebih untuk mewujudkan program tersebut jika hendak mendapat kepercayaan rakyat. Sejauh ini, program tersebut sudah mulai dilaksanakan dengan beberapa perbaikan, seperti santunan kematian, harus dicarikan formula yang tepat agar pengurusan tidak berbelit, efektif dan efesien.

Para Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) harus mampu menerjemahkan setiap visi-misi yang telah dituangkan ke dalam qanun RPJM, dan hal ini harus terus mendapat kontrol ketat dari kepala daerah dan juru raciknya.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) sebagai dapur perencanaan dan penganggaran harus bekerja ekstra, memastikan setiap rencana kerja satu tarikan nafas dengan tujuan awal memerintah.

Berikutnya, keberadaan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) yang berisikan para ahli perencanaan juga harus mampu bersinergi menjaga irama dengan kepala daerah dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), semua harus seirama sehingga membentuk orchestra, dibawah komando Bupati sebagai diregen. Masing-masing memiliki garis demarkasi yang kontras, sehingga menghasilkan suara yang jelas, yaitu pembangunan masyarakat Aceh Selatan yang hebat.

Pemerintah yang kuat 

Pasca meninggalnya Bupati Azwir beberapa bulan lalu, secara otomatis Wakil Bupati Tgk. Amran menjadi Pelaksana tugas (Plt) Bupati. Sebagai pempimpin tunggal, tentu beban dan tanggungjawab Plt agak lebih berat.

Plt. Harus memikirkan jalannya roda pemerintah sendirian. Memastikan program berjalan sebagaimana dengan setingan awal, harus mengontrol penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), memastikan perangkat kabupaten beserta pirantinya berada pada poros edar yang tepat, terkadang tak jarang pula harus melakukan restrart terhadap beberapa yang laoading lama.

Untuk membantu kerja-kerja Plt Bupati. Tentu keberadaan orang disekitar yang kuat dan hebat sangat diperlukan. Orang-orang yang memahami tata kelola pemerintahan, manajemen sumber daya manusia dan yang bisa menjembatani dengan pemerintah pusat.

Selain itu, partai politik pengusung juga memiliki tanggungjawab untuk memastikan roda pemerintah berjalan lancar, bagaimanapun, setelah melalui serangkaian proses panjang, dengan usungan partai politik pasangan calon dapat ikut kontestasi dan menang dengan dipilih oleh sebagaian besar masyarakat.

Plt. Bupati harus memanfatkan partai politik pengusung untuk menjaga pemerintah agar tetap kuat dan berwibawa melalui pelaksanaan program Aceh Selatan hebat. Atau sebaliknya, partai politik pengusung memberikan masukan konstruktif kepada Plt. Bupati melalui pertemuan-pertemun reguler.

Partai politik menangkap issue yang berkembang di tengah masyarakat dan selanjutnya disampaikan kepada Plt. Bupati untuk selanjutnya diverifikasi dan diberikan solusi.

Agaknya, bagi partai pengusung, dalam menentukan wakil bupati nantinya, syarat mutlak adalah dapat bekerjasama dengan Bupati, memahami persoalan Aceh Selatan, memiliki pengalaman dalam mengelola pemerintahan, memiliki konektivitas, dan tentunya memiliki itikad baik untuk membangun Aceh Selatan.

Harapan kita, untuk waktu tersisa, Aceh Selatan dapat terus berbenah, menuju titik fokus yang telah ditetapkan dalam RPJM, menuju Aceh Selatan Hebat!

iklan grapela dan tangga seribu
Iklan Batu Berlayar dan masjid tuo

Komentar

Loading...