Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Melalui Rekredentialing, BPJS Kesehatan Dorong FKTP Maksimalkan Pelayanan

Melalui Rekredentialing, BPJS Kesehatan Dorong FKTP Maksimalkan Pelayanan

BLANGKEJEREN, ANTEROACEH.com – Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) adalah pelayanan kesehatan garda terdepan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). 

Meskipun di tengah pandemi Covid-19, sebagai barisan terdepan pemberi pelayanan kesehatan, setiap FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan wajib melalui proses seleksi kredensialing dan rekredensialing sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Rekredensialing dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu pelayanan dan peninjauan kembali fasilitas kesahatan dari segi kelengkapan administrasi, seperti NPWP, Surat Izin Operasional (SIO), Surat Izin Praktik (SIP), Surat Ijin Praktik Apoteker (SIPA), dan Surat Ijin Praktik/Surat Ijin Kerja (SIP/SIK) serta dokumen lainnya serta sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan. 

Proses rekredensialing dilakukan setiap 1 tahun dan paling lambat 3 bulan sebelum masa perjanjian kontrak kerjasama antara fasilitas kesehatan dengan BPJS Kesehatan berakhir.

“BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan terbaik untuk peserta JKN-KIS, maka dari itu proses kredentialing dan rekredentialing harus dilakukan untuk memastikan proses pemberian layanan kepada peserta tidak terhambat,” terang Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan, Teuku Mirza kepada Tim Jamkesnews, Selasa (1/12/2020). 

Teuku Mirza melanjutkan, pelayanan kesehatan harus ditunjang dari berbagai macam aspek baik yang bersifat administrasi, pelayanan hingga komitmen untuk terus bersama menjaga mutu pelayanan bagi peserta JKN-KIS. 

“Memberikan mutu pelayanan yang baik kepada peserta JKN-KIS merupakan hal yang wajib. Meskipun rekredentialing tahun ini dilaksanakan secara daring namun kami pastikan kualitas prosesnya akan tetap maksimal.” 

Ia mengatakan, hasil rekredensialing diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi Puskesmas dan Dinas Kesehatan serta pemangku kepentingan terkait untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ditemui dalam proses rekredentialing, sehingga pelayanan yang akan diterima oleh peserta akan semakin baik pula dan meningkatkan nilai kepuasan.

Sementara itu Kepala Puskesmas Kenyaran, Gayo Lues, Asmaini menyambut baik rekredensialing yang digelar karena menurutnya kegiatan ini dapat menjadi tolak ukur pelayanan kesehatan yang telah berjalan untuk bahan perbaikan kedepan.

“Puskesmas selalu mendukung kegiatan rekredensialing ini, sebab kami perlu mendapatkan penilaian dan umpan balik terkait pelayanan kesehatan yang ada di Faskes, terutama dari segi sarana prasarana penunjangn pelayanan dan juga SDM, sehingga apabila terdapat kekurangan maka kami dapat melengkapi sesuai dengan standar mutu layanan kesehatan dan kami akan berkomitmen untuk terus berbenah,” ungkap Asmaini.

Komentar

Loading...