Mayat Tanpa Identitas di Aceh Utara Ternyata Santri Dayah Paloh Gadeng

Mayat Tanpa Identitas di Aceh Utara Ternyata Santri Dayah Paloh Gadeng

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Jasad  tanpa identitas yang ditemukan warga di Krueng Tambon Tunong,  Kecamatan Dewantara,  Aceh Utara beberapa waktu lalu, ternyata santri  Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda Paloh Gadeng.

Jasad santri tersebut berhasil diidentifikasi bernama Muhammad Rizki (13) asal  Gampong Baloy, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.  Identitas korban terungkap  dari pengakuan  tiga rekan korban sesama santri.

Pada Senin (8/3/2021) sekitar pukul 11.00 WIB, korban bersama dengan tiga santri lain  keluar dari dayah tanpa izin untuk memancing di sungai. Mereka sempat mencari udang sebelum akhirnya pergi memancing.

"Saat  memancing di sungai, korban bersama rekannya mandi di sungai, sayangnya mereka tidak bisa berenang. Saat itu korban berada di aliran sungai yang sedikit lebih dalam, karena tidak bisa berenang akhirnya korban tenggelam,” jelas Humas Polres Lhokseumawe Salman Alfarisi, Jum'at (12/3/2021).

Katanya, tiga santri lain berupaya menolong  dengan mengambil pelepah daun kelapa dan mencoba membantu korban dengan cara mendekatkan pelepah daun kelapa ke tangan korban, tetapi tangan korban tidak terlihat lagi. Ketiga rekan korban sempat menunggu sekitar 3 menit tetapi korban tidak kunjung muncul ke permukaan.

"Kemudian rekan korban kembali ke dayah dan meminta tolong ke santri lainnya yang bisa berenang  agar bisa menyelamatkan korban. Karena takut, ketiga rekan korban tidak kembali lagi ke sungai serta tidak memberitahukan peristiwa tersebut kepada guru," pungkasnya.

Lanjutnya, peristiwa itu baru dikabarkan ke guru pada Rabu (10/3/2021), selanjutnya diteruskan ke kapolsek Dewantara. Selanjutnya, personel kepolisian menuju ke Dayah Paloh Gadeng dan membawa dua teman korban ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna mengambil barang milik korban, kemudian dimintai keterangan.

"Bersama pihak dayah, Kepolisian mencari tahu keberadaan keluarga korban. Kemudian, didapatkan informasi keluarga korban tinggal di Desa Baloy, didampingi perangkat desa setempat kepolisian dan pihak dayah mendatangi keluarga korban dan memberitahu peristiwa itu. Keluarga memaklumi dan ikhlas," jelasnya.

Komentar

Loading...