Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

MaTA Sebut Ada Dana Refocusing Sebesar Rp 2,5 Triliun Tidak Bisa Diakses Publik bahkan DPRA

MaTA Sebut Ada Dana Refocusing Sebesar Rp 2,5 Triliun Tidak Bisa Diakses Publik bahkan DPRA

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian mengatakan ada dana refocusing sebesar Rp.2,5 triliun yang  tidak dapat diakses publik sampai dengan saat ini.

"Dalam konteks Pemerintah Aceh yang perlu dipahami  adalah ada dana refocusing dalam catatan kami sebesar Rp2,5 triliun tidak bisa diakses, termasuk di dalamnya  dana hibah  yang sudah disalurkan ke 100 ormas itu," ucap Alfian dalam group diskusi kupas tuntas polemik dana hibah yang digelar di Banda Aceh, Kamis (28/1/2021) siang

Alfian menunurkan, bukan saja masyarakat, bahkan DPRA pun hingga saat ini belum dapat mengakses atas dana yang dipergunakan untuk penanganan Covid-19 itu.

"Ini harus bersama-sama kita dorong agar ada keterbukaan dari Pemerintah Aceh, karena  informasi tersebut bukan wilayah informasi yang tertutup dan harus terbuka," lanjutnya.

Alfian menganggap  proses pencairan dana hibah Covid-19 kepada 100 OKP itu sebagai bagian dari politisasi anggaran dan juga berpotensi diselewengkan oleh oknum-oknum  yang tidak bertanggungjawab.

Ia bahkan membeberkan beberapa temuan di lapangan, terkait pengelolaan dana hibah yang  tidak mengarah sesuai target yang diharapkan. 

"Setelah isu dana hibah tersebut menjadi sorotan publik, ada OKP yang buru-buru membeli sembako dan membagikannya," kata Alfian.

Selain itu  lanjutnya, ada pula  ormas yang hanya menggunakan sedikit dari dana tersebut, sedangkan selebihnya dibagi-bagikan sampai akhirnya bocor karena banyak bawahannya tidak kebagian jatah.

"Karena masalah ini sudah jadi sorotan, mereka terpkasa mengumpulkan  kembali uang tersebut dan menyalurkannya  dalam bentuk bansos kepada masyarakat," tambahnya.

Bahkan lanjutnya, pihak Dispora Aceh yang diundang dalam diskusi untuk bersama-sama membahas persoalan tersebut malah tidak hadir.

"Apalagi dari keterangan panitia pertama responnya bagus, namun yang terakhir nomor panitia sudah diblok. Saya pikir ini patut dipertanyakan, artinya ada pontensi-potensi tidak sehat terjadi dalam pengelolaan dana ini," pungkas Alfian.

Komentar

Loading...