Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

MaTA Nilai Ada Unsur Korupsi dari Dana Rp 600 Juta untuk Forum Geuchik Dewantara

MaTA Nilai Ada Unsur Korupsi dari Dana Rp 600 Juta untuk Forum Geuchik Dewantara

LHOKSUKON, ANTEROACEH.com - Dana Rp 600 juta yang diterima Forum Geuchik Dewantara, Aceh Utara dari PT Kirana Saiyo Perkasa pemenang lelang scrap eks PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) dinilai memiliki unsur tindak pidana korupsi.
H

itu diungkap Alfian Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) kepada anteroaceh.com, Selasa (1/9/2020). Menurutnya, unsur tindak pidana korupsi karena sumber dana tersebut diambil dari 1 persen hibah hasil penjualan aset negara.

“Karena didapatkan dari aset negara itu adalah dana publik, bukan dana untuk geuchik. Dalam tuntutan itu geuchik mewakili masyarakat. Mereka sudah digaji oleh negara, jadi tidak ada aturan yang membenarkan perbuatan itu,” jelas Alfian.

Menurutnya, Polisi harus masuk ke dalam perkara itu, pertama memediasi agar tidak terjadi konflik antara warga dan aparatur desa. Kedua mengusut tuntas keberadaan dana Rp 600 juta tersebut yang diberitakan diberikan oleh PT Kirana Saiyo Perkasa.

“Bila masyarakat Dewantara merasa dirugikan dalam perkara ini. Bisa melaporkan ke pihak berwenang. Karena dana itu harusnya dinikmati oleh masyarakat lingkungan, bukan oleh geuchik secara pribadi,” jelasnya lagi.

Sebelumnya dikabarkan, Forum Geuchik Dewantara telah menerima dana Rp 600 juta dari PT Kirana Saiyo Perkasa. Dana itu bagian dari nilai 1 persen scrap yang dihibahkan kepada forum kepala desa itu.

“Dana itu nilai dari 1 persen hibah scrap yang diberikan oleh PT Kirana, perkiraannya Rp 600 juta, bisa saja lebih, jadi itu sebagai pinjaman dan sudah kami terima pada hari Mak Meugang Idul Adha lalu,” jelas Yusuf Beuransah ketua Forum Geuchik Dewantara kepada anteroaceh.com, Jum'at (28/8/2020).

Lebih jelas diterangkan, soal hibah scrap, PT PIM menyerahkan 2,5 persen untuk masyarakat lingkungan untuk dikelola bersama, sedangkan 1 persen jatah forum geuchik dibebankan kepada PT Kirana Saiyo Perkasa, sebagai biaya koordinasi.

Geuchik Utuen Geulinggang tersebut juga memastikan dana itu hanya untuk para geuchik yang terlibat dalam proses tersebut, termasuk untuk unsur lain seperti mukim. Karena PT PIM tidak lagi menanggung dana bagi mereka.

Ia juga nilai persen itu tidak akan bertambah, karena hasil dari scrap tersebut juga diatur bagiannya untuk pihak Muspika Dewantara dan pihak lainnya.

Saat ditanya perihal dana Rp 200 juta yang dikabarkan diterima dari pihak ketiga sebelum lelang dilaksanakan, Yusuf membantah. Menurutnya itu kabar tidak benar yang dihembuskan pihak Forum Pemuda Dewantara (FORPEMDA), karena tuntutan 25 persen tidak dikabulkan.

“Tidak ada dana itu, yang ada hanya dana koordinasi Rp 600 juta,” pungkasnya.

Komentar

Loading...