MaTA Kembali Pertanyakan Hasil Penyidikan Dugaan Korupsi  Batu Gajah Cunda-Meuraksa  

MaTA Kembali Pertanyakan Hasil Penyidikan Dugaan Korupsi  Batu Gajah Cunda-Meuraksa  

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mempertanyakan perkembangan penyidikan  kasus dugaan korupsi proyek batu gajah Cunda-Meuraksa  oleh Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, karena  sudah memasuki  22 hari sejak diserahkan berkas hasil audit oleh BPKP Aceh.

“Berkas hasil audit investigasi sudah diterima oleh jaksa sejak 19 Mei lalu. Jelas  sudah ada kerugian negara seharusnya sudah ada perkembangan dari penyidikan. kasus ini sudah mendapat atensi publik jadi kejaksaan patut menjelaskan, kenapa masih belum ada perkembangan sampai hari ini,” ungkap Koordinator pekerja MaTA, Alfian kepada anteroaceh.com,  Rabu (9/6/2021).

Ia mengingatkan Jaksa agar  kasus dugaan korupsi proyek fiktif  tahun 2020 tersebut tidak menjadi konflik kepentingan. karena dari  awal penyelidikan sudah terjadi pertemuan antara kejaksaan dengan  pihak yang berperkara, sehingga  wajar publik  menduga ada konflik kepentingan. Seharusnya itu tidak perlu terjadi. 

Kejaksaan Tinggi Aceh  dituntut  serius mengungkapkan keterlibatan pelaku sampai ke level aktor utama. Dengan kata lain, jangan mentersangkakan pihak teknis semata, sementara pelaku ditingkat pengambil kebijakan diloloskan.

Publik tidak pernah lupa terhadap peristiwa perkara proyek batu gajah dari awal sampai pada kondisi sekarang. Apalagi BPKP sudah melakukan audit investigasi dan hasilnya sudah di serahkan.

“Jadi tidak ada lagi alasan bagi kejaksaan menunda penyelesaian kasus. Kecuali sudah terjadi negosiasi. Dalam hal ini Kejati Aceh dapat mengambil kasus tersebut mengingat yang  terlibat diduga penyelenggara negara dan menghidar dari potensi konflik kepentingan di daerah,”  katanya lagi.

MaTA terus mengawal kasus ini, jangan sampai  jaksa  menarik kasus ini seoalah-olah ada unsur politis.

Komentar

Loading...