MaTA Dukung Polda Aceh Usut Proyek Wastafel Disdik Rp.41 Miliar 

MaTA Dukung Polda Aceh Usut Proyek Wastafel Disdik Rp.41 Miliar 
Alfian

BANDA ACEH, ANTEROACEH.com - Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) mendukung penuh langkah Polda Aceh melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pembangunan wastafel dan sumur bor untuk SMA dan SMK di seluruh Aceh tahun anggaran 2020.

Koordinator pekerja MaTA, Alfian mengatakan, sebelumnya ia pernah mempertanyakan kenapa sampai ada pembangunan tempat cuci tangan tersebut sedangkan semua sekolah sudah memiliki fasilitas cuci tangan siswa sebagai pencegahan Covid-19.

Menurut Alfian, Pemerintah Aceh seharusnya memastikan sekolah mana saja yang kurang fasilitas dan itu yang perlu diintervensi pembangunannya baik berupa rehabilitasi atau rekontruksi tempat cuci tangan.

Faktanya, realisasi proyek  itu dilakukan tidak sempurna dan pihak sekolah ada yang belum dapat memafaatkannya. 

Ada juga pihak sekolah mengeluarkan biaya sendiri agar tempat cuci tangan yang sudah dibangun tersebut dapat di fungsikan. 

Padahal katanya, pemerintah melalui Dinas Pendidikan Aceh sudah mengeluarkan anggaran sebesar Rp.41.2 miliar untuk pembangunan tersebut dengan skema anggaran refocusing 2020.

"Jadi, kami menilai langkah Polda Aceh untuk memastikan pembangunan tersebut tidak ada unsur korupsi sudah sangat tepat, kami berharap dalam penyelidikan dan penyidikan nantinya ada kepastian hukum apabila ditemukan unsur korupsi," ujar Alfian, Jum’at (26/2/2021).

MaTA juga menilai sangat mudah untuk melihat unsur pelanggaran hukum dalam kasus itu dan pihaknya percaya Polda mampu mengungkap mulai dari perencanaan, penganggaran dan pembangunannya sehingga siapan pun yang diduga terlibat tidak lolos dari jerat hukum. Bahkan penerima aliran dananya juga dapat diungkap secata tuntas. 

Menurutnya, pandemi Covid-19 adalah bencana nasional jadi siapapun melakukan korupsi terhadap anggaran pandemi dapat dijerat dengan hukuman mati sesuai dengan Pasal 2 ayat (2) Undang-undang Tindak Pidana Korupsi.

“MaTA konsisten mengawal pengusutan kasus tersebut sehingga ada rasa keadilan dan kepastian hukum terhadap pelaku kejahatan luar biasa tersebut,” pungkas Alfian.

Komentar

Loading...