Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Masyarakat Aceh Tengah Serahkan Elang Hitam dan Kukang ke Petugas BKSDA

Masyarakat Aceh Tengah Serahkan Elang Hitam dan Kukang ke Petugas BKSDA

TAKENGON, ANTEROACEH.com - Seekor Elang hitam dalam kondisi kaki tertembak senapan angin dan seekor Kukang diserahkan warga Aceh Tengah secara sukarela kepada petugas Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Proses evakuasi kedua satwa dilindungi tersebut dilakukan oleh petugas Resort Konservasi 6 Takengon dibantu relawan dari Yayasan Scorpion serta petugas dari Indonesia Species Conservation Program (ISCP) pada 4 Januari lalu.

Kepala Seksi Konservasi wilayah 1 Lhokseumawe, Kamarudzzaman Senin (6/1/2020) menerangkan, satwa liar itu diserahkan oleh masyarakat Kampung Ampar, Kecamatan Ketol.

“Diserahkan ke petugas secara sukarela dan telah dievakuasi oleh tim ke Lhokseumawe untuk penanganan medis, karena Elang Hitam ada bekas luka di kaki kiri, seperti terkena tembakan senapan angin,” jelasnya.

Sedangkan Kukang, berjenis kelamin laki-laki dan dalam kondisi stabil. Berdasarkan kabar dari warga, Elang hitam ditemukan warga di sekitar kebun di kawasan itu. Saat ditemukan sudah terluka dikaki.

Elang Hitam (Ictinaetus Malaiensis) dan Kukang (Nycticebus coucang) merupakan satwa liar dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar Yang Dilindungi.

Kamarudzaman menghimbau masyarakat tidak memelihara jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi berdasar peraturan yang berlaku. “ Bila menemukan ada yang dipelihara, mohon segera hubungi kami,” pungkasnya.

Elang Hitam (atau Black Eagle dalam bahasa Inggris memiliki status Least Concern/beresiko rendah berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species. Populasi dari Elang Hitam (Ictinaetus malaiensis) ini mengalami penurunan akibat semaki marak deforestasi.

Sedangkan Kukang , dalam bahasa Inggris dikenal dengan Greater Slow Loris atau Slow Loris memiliki status Vulnerable/rentan. Menurut Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), satwa Kukang tergolong daftar Appendix I, artinya tidak boleh diperdagangkan dalam bentuk apapun.

Kini kepadatan populasinya di pulau Sumatera sangat rendah. Dan habitatnya di hutan dataran rendah dan perkebunan.

Komentar

Loading...