Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Mantra Pengundang Bencana  

Mantra Pengundang Bencana  
Ilustrasi

Sebulan terakhir, kita dapat menyaksikan bagaimana air hujan turun melimpah ruah. Banjir melanda berbagai wilayah; Banda Aceh-Aceh Besar, Bener Meriah, Takengon, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Bireuen, Aceh Utara.

Hukumnya, air yang jatuh dari langit itu dalam curah tertentu singgah di dataran tinggi, akar-akar pohon besar menahan, menyimpannya di dalam tanah, sebagiannya dihisap. Sisanya barulah mengalir ke daerah yang lebih rendah, ke Sungai.

Karena homo serakah, pohon-pohon besar itu ditumbangkan. Dipotong kecil-kecil menjadi penyangga beton. Habitat yang sudah ada semenjak pegunungan itu ada kian kemari semakin berubah fungsi.

Dulunya pohon rindang sekarang ditebang, burung-burung sebagai “penyemai” bibit diburu, dibawa ke kota untuk memenuhi nafsu sebagian penduduknya.

Hawa sejuk yang dulu terpancar di kaki bukit sudah jadi barang langka. Anak sungai berjenjang, mengalir menjadi tempat mandi dan mencuci hanya tinggal di dalam cerita yang lama-lama akan menjadi dongeng.

Lahan gambut perlahan tapi pasti disulap menjadi lahan sawit. Sawah-sawah ditanami gedung.

Begitulah dengan dalih kebutuhan, perkembangan zaman, manusia telah berbuat sekehendaknya tanpa menimbang.

Kalau sekedar untuk makan mungkin kita bisa paham, kalau untuk menumpuk uang, ini keterlaluan.

Perut bumi di keruk, diambil isi dalam; Emas, tembaga, perak, biji besi, dan entah apalagi.

Lubang-lubang maut dibiarkan ternganga menengadah keatas, seakan meminta ampun pada Tuhan. Bekas hutan dibiarkan gundul.

Jadilah banjir bandang yang dirasakan sekarang merupakan ulah tangan-tangan jahil sejak puluhan tahun silam.

Sebagai sebuah siklus, alam akan terus mencari keseimbangan. Padahal, Tuhan telah berfirman,”Tidak akan terjadi kerusakan dimuka bumi, kecuali akibat ulah tangan manusia,”.

Pemerintah, sekali lagi, pemerintah sebagai regulator harus mempertimbangkan kerusakan alam dalam setiap kebijakan. Akibatnya memang tidak segera nampak, tapi tunggulah beberapa tahun setelah dikeluarkan.

Jangan main-main dengan izin tambang. Jangan tunduk di bawah kepentingan korporasi. Jika tidak ingin, semuanya itu menjadi mantra pengundang bencana yang sangat ampuh untukbanjir, longsor dan bencana ekologi.

Komentar

Loading...