Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Gara-gara Disebut ‘Hitam’ dan Provokator

Mantan Aktivis Laporkan Walikota Lhokseumawe ke Polres, Sofyan: Ditolak

Mantan Aktivis Laporkan Walikota Lhokseumawe ke Polres, Sofyan: Ditolak
Sofyan saat mendatanginPolres Lhokseumawe, Jum'at kemarin.

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Mantan aktivis Sofyan kecewa laporan dugaan pencemaran nama baik dan bernada rasis yang dilaporkannya ke Polres Lhokseumawe Jum’at (10/7/2020) kemarin ditolak.

“Saya melaporkan kasus pencemaran nama baik dengan kata-kata  rasis ke Polres Lhokseumawe, dengan terlapor Walikota Lhokseumawe.  Namun laporan saya ditolak oleh pihak SPKT dengan dalih menunggu keputusan Kasat,” sebut Sofyan secara tertulis ke whatsapp redaksi anteroaceh.com kemarin.

Penolakan itu dinilai Sofyan sebagai tindakan hukum tebang pilih oleh Polres Lhokseumawe. karena yang dilaporkan pejabat publik.

“Polres Lhokseumawe masih tebang pilih, ketika rakyat kecil yang dilaporkan langsung direnspon, ketika yang dilaporkan pejabat publik tidak langsung direnspon,” tulis Sofyan yang juga pedagang  kerap melontarkan kritikan pedas terhadap kebijakan tersebut.

Ia juga menjelaskan, dirinya disebut  sebagai provokator dan  dihina dengan sebutan Hitam di dalam sebuah forum resmi Forkopimda oleh Walikota Suaidi Yahya beberapa hari lalu, dan akhirnya ia tahu kejadian itu sehari kemudian dari pemberitaan sebuah media online.

“Saya sangat sedih karena dihina  oleh pejabat publik setingkat walikota padahal saya sudah menganggapnya  seperti orang tua  demi  kota Lhokseumawe. Namun ketika tidak ada persamaan hukum  saya merasa aneh karena sudah menempuh jalur yang sesuai dengan prosedur, karena saya percaya hukum sebagai panglima, siapapun yang melanggar harus diproses secara hukum, itu prinsipnya,” sebutnya.

Sementara itu  Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto saat dikonfirmasi via whatsapp  menjelaskan agar hal tersebut ditanya langsung ke Kasat Reskrim, karena dirinya sedang berada di lokasi imigran Rohingya.

Sementara itu Kasat Reskrim Iptu Yoga Panji Prasetya  membantah pihaknya telah menolak  laporan Sofyan.  Sebaliknya mengatakan yang bersangkutan tidak sabar, karena yang terjadi setelah ada laporan itu, pihaknya berusaha berkoordinasi.

“Tidak benar kita menolak, karena setelah ada kabar itu, kita lakukan koordinasi terlebih dahulu dengan para pihak, beliau tidak sabar saja. Setelah itu  saat dipanggil petugas pelapor sudah tidak ada lagi ditempat,” jelas Yoga.

Menurutnya hal itu hanya mis komunikasi. Bila Sofyan datang ke Polres hendak melaporkan perkara itu, laporan akan diterima.

“Kapan saja yang bersangkutan datang, kami tetap akan terima laporan dari masyarakat,” pungkas Yoga yang mengaku sedang berada di Banda Aceh.

Komentar

Loading...