Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Mama  Muda di Lhokseumawe Gelapkan  Uang Julo-julo 

Mama  Muda di Lhokseumawe Gelapkan  Uang Julo-julo 

LHOKSEUMAWE, ANTEROACEH.com - Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap kasus penipuan dan penggelapan uang  arisan  atau di kenal dengan istilah uang Julo-julo senilai Rp 176 juta  yang melibatkan seorang wanita muda berusia 28 tahun.

AM asal Blang Mangat  ditangkap unit Reskrim Polsek Banda Sakti pada Sabtu 6 Februari 2021 pada pukul 15.00  WIB saat hendak melarikan diri dari  toko miliknya  di Jalan Merdeka Desa Simpang Empat, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Sesaat sebelum ditangkap ibu muda berparas ayu itu sudah mengeluarkan isi toko dan hendak dibawa kabur. Namun akhirnya petugas cepat tiba dan berhasil menangkap AM.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto   Jumat (12/2/2021) mengatakan aksi AM terungkap setelah korban Fakhrurozi bin Idris (31) beberapa korban lain  asal Kota Lhokseumawe mengadu ke Polres Lhokseumawe. ternyata korban AM tidak hanya dari kota Lhokseumawee, sejumlah warga asal Bireuen, Banda Aceh dan Pidie Jaya juga ikut tertipu. 

Kata Kapolres, awal  2019 lalu tersangka mengumumkan menggelar arisan melalui media sosial facebook dan Instagram serta Whatsapp. Pendaftaran dilakukan di toko miliknya. Arisan tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok dengan nilai setoran  3 juta hinggat 5 juta. Penarikan sebulan sekali, hingga 45 juta per sekali penarikan.
  
“Penarikan pertama untuk  AM selaku pemegang arisan, namun saat penarikan kedua dan selanjutnya untuk para korban uang hasil arisan itu tidak diberikan langsung kepada korban alias nyicil, bahkan ada yang tidak dibayar sama sekali,” ujar Kapolres.

Apabila korban menanyakan tentang uang arisan tersebut, lanjut Eko, tersangka selalu menghindar dan bahkan rata-rata nomor HP para korban telah diblokir oleh tersangka. Korban rata-rata mengalami kerugian mulai dari 2 juta hingga  39 juta. Total  176 juta. 

Tersangka AM disangkakan dengan pasal 378 Jo 372 jo 64 KUHP tentang penipuan dan penggelapan serta perbuatan berulang dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Komentar

Loading...