Makdunsyah Protes Rumah Bantuan Untuknya Dibatalkan Keuchik Krueng Batu Kluet Utara

Makdunsyah Protes Rumah Bantuan Untuknya Dibatalkan Keuchik Krueng Batu Kluet Utara
Makdunsyah warga Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan

TAPAKTUAN, ANTEROACEH.com - Makdunsyah calon penerima rumah batuan dari Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi Aceh melancarkan protes atas tindakan Keuchik Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan Arbet Banta yang menyurati dinas Perkim Aceh untuk mengalihkan bantuan rumah miliknya.

“Saya keberatan atas perilaku keuchik yang telah manipulasi data penerima batuan rumah. keuchik mengatakan saya sudah meninggal dunia dan tidak memiliki ahli waris. Padahal saya masih hidup," kata Makdunsyah saat mendatangi Kantor PWI Aceh Selatan, Jum’at (15/11/2019) sore.

Makdunsyah mengatakan tindakan Keuchik itu diduga karena dirinya tidak memberikan uang yang pernah diminta oleh keuchik Arbet.

"Waktu itu saya di Seubadeh, Bakongan Timur, sedang kerja. Tiba-tiba keuchik telpon saya dan meminta uang 10 juta untuk medapatkan rumah. Namun, saya menolak memberikannya," ujarnya.

Karena menolak memberikan uang 10 juta Keuchik menyurati Dinas Perkim Provinsi Aceh menolak/pembatalan dan peralihan calon penerima batuan rumah dengan dalih bahwa penerima atas nama Badunsyah (bukan Makdunsyah) sudah meninggal dunia.

"Rumah dialihkan kepada warga lain di Gampong Krueng Batu. Apa yang dilakukan keuchik sangat merugikan saya dan kami sudah laporkan hal ini ke Kapolsek Kluet Utara," ujarnya.

Keuchik Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara, Aceh Selatan Arbet Banta
Keuchik Krueng Batu, Arbet Banta

Sementara Keuchik Krueng Batu  Arbet Banta, membenarkan dirinya menyurati Dinas Perkim Provinsi Aceh terkait penolakan, pembatalan dan peralihan calon penerima rumah atas nama Badunsyah bukan Makdunsyah.

"Saya kira Badunsyah warga Krung Batu sudah meninggal dunia yang akan menerima rumah bantuan, makanya saya membuat laporan dan saya alihkan untuk Leo Saputra," paparnya.

Keuchik Arbet Banta, membatah dirinya meminta sebanyak 10 juta kepada Makdunsyah. Hanya seiklasnya saja untuk biaya pengurusan ke Banda Aceh untuk mengalihkan bantuan rumah atas nama Badunsyah menjadi Makdunsyah.

"Karna dia tidak mau memberi. Makanya saya alihkan untuk Leo Saputra," jelasnya.

Dia berjanji akan mencabut surat penolakan, pembatalan dan peralihan calon penerima rumah dan akan diusulkan kembali atas nama Makdunsyah.

"Saya akan ke Banda Aceh mencabut kembali surat itu," pungkansya.

Surat yang dikirim Keuchik Krueng Batu kepada Dinas PU Aceh Cq Perkim Aceh

Komentar

Loading...