Update COVID-19 Aceh

0 Terkonfirmasi
0 Dirawat
0 Sembuh
0 Meninggal

-

Sumber: -

Lima Pelaku Ilegal Logging di Aceh Timur Diamankan Polisi, Dua Buron

Lima Pelaku Ilegal Logging di Aceh Timur Diamankan Polisi, Dua Buron

IDI, ANTEROACEH.com - Lima pelaku ilegal logging yang sedang melalukan aktivitas pembalakan liar di kawasan hutan di Gampong Sijudo, Kecamatan Pantee Bidari, Aceh Timur, Senin (31/ 8) sekitar pukul 12.30 WIB diamankan Satreskrim Polres Aceh Timur.

Kelima pelaku merupakan warga Kecamatan Pantee Bidari yakni; NZ (40) warga Gampong Seunebok Saboh, BS (36) dan MR (43) keduanya warga Gampong Sijudo, dan dua orang lainnya SF (20) dan AR (22) warga Gampong Pante Labu.

"Saat tim melakukan penyelidikan terhadap informasi yang diperoleh dari masyarakat, kelima pelaku ditemukan saat sedang melakukan penyisiran hutan sedang melakukan aktivitas penebangan pohon dengan cara memotong pohon," terang Paur Humas Polres Aceh Timur Bripka Kamil dalam siaran pers, Jum’at (4/8/2020)

Kemudian lanjutnya, kayu yang telah dipotong dengan mesin Chinsaw tersebut diolah menjadi papan dengan menggunakan alat pembelah kayu yang telah dimodifikasi menggunakan mesin mobil yang ditemukan tim di lokasi sebanyak satu set.

Tim juga turut mengamankan satu unit alat berat Jonder yang dipakai untuk menarik kayu-kayu hasil ilegal logging. Selain itu, polisi juga mengamankankan sebanyak lebih kurang setengah ton kayu olahan berbentuk papan berjenis kayu merbau, kayu meranti, kayu damar dan kayu olahan sebanyak lebih kurang tiga ton dan enam batang kayu bulat.

"Kepada petugas mereka mengaku bahwa mereka bekerja pada BM dan AD yang diduga sebagai pemodal dan pemilik kegiatan illegal logging tersebut," tambah Paur Humas.

Atas perbuatannya, kelima pelaku terancam pasal 55 KUH Pidana dan pasal 12 huruf a, b, c, d dan e jo pasal 82 ayat 1 sub pasal 83 ayat 1 UU RI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan dengan ancaman penjara 5 (lima) tahun penjara.

"Saat ini pelaku beserta kayu-kayu dievakuasi untuk dibawa ke Polres Aceh Timur guna penyidikan lebih lanjut. Sementara itu BM dan AD dimasukan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," pungkas Paur Humas Polres Aceh Timur.

Komentar

Loading...